Kebutuhan AI, keamanan siber, kedaulatan data, dan kedaulatan AI mendorong Telkom memperkuat kapabilitas digital untuk pelanggan bisnis. Perusahaan menyiapkan layanan yang menggabungkan konektivitas dengan infrastruktur digital agar kebutuhan teknologi dapat ditangani secara terpadu.
Arah tersebut menempatkan jaringan yang andal, aman, dan berkapasitas tinggi sebagai fondasi utama. Tanpa dukungan jaringan semacam itu, layanan cloud, pusat data, IoT, layanan terkelola, dan keamanan siber dinilai tidak dapat bekerja secara maksimal.
Model layanan terpadu untuk pelanggan bisnis
Telkom berupaya menyatukan konektivitas, pusat data, cloud, serta layanan keamanan siber dalam solusi menyeluruh. Pendekatan ini ditujukan untuk membantu pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha memperoleh dukungan teknologi yang lebih lengkap.
Perusahaan juga menaruh perhatian pada pemerataan jaringan yang andal di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut dipandang dapat mempercepat Transformasi Digital Indonesia pada industri yang berperan sebagai penggerak ekonomi nasional.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine menilai Indonesia memerlukan kapabilitas digital nasional yang kuat. Penguatan itu diperlukan untuk menjawab perkembangan teknologi dan risiko digital yang semakin kompleks.
“Indonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menjawab tantangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty,” ujar Veranita. Ia menyatakan Telkom siap menjalankan peran strategis melalui penguatan konektivitas dan solusi digital terintegrasi.
Kontribusi Rp19 triliun dan ruang ekspansi
Di tengah agenda penguatan teknologi tersebut, bisnis Telkom Enterprise telah berkontribusi sekitar Rp19 triliun. Nilai itu setara sekitar 11 persen dari total pendapatan Telkom.
Porsi tersebut masih lebih rendah dibandingkan segmen enterprise pada sejumlah perusahaan telekomunikasi global. Di perusahaan global, kontribusi layanan serupa dapat mencapai 20 hingga 30 persen atau bahkan lebih.
| Indikator | Telkom Saat Ini | Perusahaan Global |
|---|---|---|
| Kontribusi enterprise | Sekitar 11 persen | 20–30 persen atau lebih |
| Nilai kontribusi | Sekitar Rp19 triliun | Tidak disebutkan |
Perbandingan itu menunjukkan peluang pertumbuhan yang masih terbuka bagi Telkom di pasar B2B. Perusahaan berupaya memperbesar peluang tersebut melalui perbaikan struktur internal dan pelayanan yang lebih cepat.
Restrukturisasi organisasi, pembenahan tata kelola, serta penyederhanaan proses bisnis menjadi bagian dari penataan segmen enterprise. Telkom mengarahkan perubahan itu agar proses kerja lebih efisien dan lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.
Bagian dari strategi TLKM 30
Penataan bisnis enterprise disebut selaras dengan strategi TLKM 30 dan sinergi dengan Danantara. Veranita telah menyampaikan arah pengembangan segmen ini kepada Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus COO Danantara Dony Oskaria.
Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro juga hadir dalam diskusi strategis mengenai bisnis enterprise tersebut. Menurut informasi Telkom kepada VIVA, penguatan fondasi digital menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan teknologi nasional yang terus berkembang.
Telkom optimistis transformasi yang dijalankan dapat memperkuat pertumbuhan dan profitabilitas bisnis enterprise. Pengembangan segmen ini juga diharapkan meningkatkan daya saing nasional sekaligus menopang kedaulatan digital Indonesia.






