Teheran Menolak Klaim Trump, Sistem Pertahanan Iran Disebut Tetap Penuh

Teheran menegaskan sistem pertahanannya masih dapat dioperasikan secara penuh meski telah terjadi serangan Amerika Serikat dan Israel. Militer Iran juga menyatakan lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone mereka tetap utuh serta siap digunakan.

Pernyataan ini membantah penilaian Donald Trump bahwa Iran hanya memiliki sekitar 21 hingga 22 persen dari total persediaan rudalnya. Kedua pihak menyampaikan gambaran yang sangat berbeda mengenai dampak serangan terhadap kekuatan militer Iran.

Penegasan dari Pejabat Militer Iran

Brigadir Jenderal Ali Reza Sheikh, Deputi Komandan Angkatan Darat Bidang Eksekutif Iran, menyampaikan posisi tersebut dalam pernyataan yang dikutip IRNA. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Sheikh menekankan bahwa kesiapan pertahanan Iran belum dilumpuhkan oleh serangan yang terjadi. Ia menyebut rudal dan persenjataan nirawak masih memegang peran penting dalam kemampuan militer negaranya.

“Lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone Iran tetap utuh dan siap (digunakan),” kata Sheikh. Ia menilai aset tersebut tetap menjadi ancaman serius bagi pihak yang dipandang Iran sebagai musuh.

AspekPernyataan Iran
Kemampuan rudal dan droneLebih dari 75 persen disebut tetap utuh dan siap digunakan.
Sistem pertahananIran menyatakan masih memiliki kapasitas penuh untuk mengoperasikannya.

Trump Menyebut Stok Rudal Menyusut

Trump sebelumnya menyatakan Iran tinggal memiliki sekitar 21 hingga 22 persen dari total stok rudalnya. Angka itu bertolak belakang dengan penilaian Iran tentang kemampuan persenjataan yang masih tersedia.

Perbandingan kedua pernyataan perlu dibaca berdasarkan cakupan yang berbeda. Iran berbicara tentang kemampuan rudal dan drone, sementara Trump secara khusus menyinggung total persediaan rudal.

Sheikh menilai serangan Amerika Serikat dan Israel tidak seefektif gambaran yang disampaikan pihak lawan. Menurutnya, penilaian mengenai kerusakan besar pada aset militer Iran telah dibesar-besarkan.

Belum Ada Rincian Jumlah Persenjataan

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, tidak ada data tambahan mengenai jumlah rudal atau drone yang tersisa. Karena itu, perbedaan klaim kedua pihak terutama terlihat dari persentase kemampuan persenjataan yang mereka sampaikan.

Kompas.com melaporkan penilaian Sheikh itu turut dikutip oleh Middle East Monitor pada Kamis, 13 Agustus 2026. Iran tetap menegaskan bahwa rudal, drone, dan sistem pertahanannya berada dalam kondisi siap tempur.

Baca Juga