Timnas Voli Putra Indonesia akan memulai pemusatan latihan pada 5 Agustus dengan 20 hingga 22 pemain. Program itu menjadi langkah awal untuk mempersiapkan skuad menghadapi Iran, Thailand, dan Kirgizstan di Pool B Asian Games 2026.
Persiapan menuju Aichi-Nagoya dipilih sebagai prioritas utama setelah pemain menjalani agenda kompetisi yang padat. Indonesia pun memutuskan tidak tampil pada AVC Volleyball Men’s Continental Championship 2026 di Jepang.
TC Dibangun setelah Masa Pemulihan
Para pemain tidak langsung masuk ke latihan intensif setelah menyelesaikan rangkaian pertandingan. Mereka akan mendapat waktu jeda agar kondisi fisik pulih sebelum kembali berkumpul bersama tim nasional.
Pelatih Reidel Toiran menilai kelelahan pemain perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun program. Menurutnya, kompetisi yang dijalani sebelumnya telah menuntut fisik para atlet secara besar.
“Setelah tampil di India, kondisi pemain pasti menurun karena kompetisinya sangat berat dan fisik mereka terkuras,” ujar Reidel. Kondisi tersebut membuat pengelolaan tenaga pemain menjadi bagian penting dalam persiapan jangka menengah.
| Agenda | Jadwal atau Lokasi | Peran dalam Persiapan |
|---|---|---|
| Pemusatan latihan | Mulai 5 Agustus | Diikuti 20-22 pemain |
| Kejuaraan Asia | 4-13 September, Jepang | Dilewatkan Indonesia |
| Asian Games | Aichi-Nagoya, Jepang | Target utama tim |
Keputusan Mengurangi Beban Pertandingan
AVC Volleyball Men’s Continental Championship 2026 seharusnya menjadi agenda internasional berikutnya bagi kawasan Asia. Namun, Timnas Voli Putra Indonesia memilih tidak berpartisipasi demi memusatkan persiapan pada Asian Games.
Langkah itu memberi tim ruang untuk memulihkan kondisi dan menyusun latihan tanpa tambahan pertandingan resmi. Keputusan tersebut juga menegaskan bahwa target di Aichi-Nagoya lebih diutamakan dibanding agenda kontinental pada September.
Reidel menyampaikan penghargaan kepada para pemain yang telah melewati jadwal berat. “Saya harus memberikan apresiasi kepada para atlet Indonesia. Mereka benar-benar luar biasa,” kata pelatih tersebut.
SEA V Cup dan Uji Tanding Menjadi Bekal
Sebelum memasuki masa pemulihan, Indonesia telah menuntaskan dua leg SEA V Cup 2026. Tim menjadi runner-up pada leg pertama, kemudian berada di posisi ketiga pada leg kedua.
Rangkaian pertandingan itu menjadi latar belakang kebutuhan jeda bagi para pemain. Setelah kondisi pulih, tim pelatih akan kembali membangun permainan melalui program TC dan laga persahabatan internasional.
PP PBVSI telah menyiapkan uji coba melawan sejumlah tim Asia. India dan Vietnam termasuk lawan yang dijadwalkan menjalani latihan tanding dengan Indonesia.
Laga uji coba diharapkan membantu skuad memulihkan ritme permainan serta menguji strategi. Tahap ini akan menjadi kesempatan untuk mengukur kesiapan tim sebelum berhadapan dengan rival-rival di Pool B.
Pool B Menuntut Persiapan Menyeluruh
Iran, Thailand, dan Kirgizstan menjadi lawan Indonesia pada fase grup Asian Games 2026. Situasi itu membuat kebugaran, kekompakan, dan strategi pertandingan perlu dipersiapkan sejak TC dimulai.
Informasi mengenai program tersebut disampaikan PP PBVSI dan dikutip sport.detik.com pada Selasa (28/7). Dengan jadwal yang lebih terkendali, tim nasional mengarahkan seluruh tahapan persiapan pada penampilan di Aichi-Nagoya.






