Nokia menaikkan proyeksi laba operasi comparable 2026 setelah melihat peluang pertumbuhan dari pesanan infrastruktur AI dan komputasi awan. Langkah itu menjadi salah satu pendorong penguatan saham perusahaan sebesar 3,31 persen pada perdagangan terbaru.
Pasar menilai kenaikan target tersebut sebagai sinyal bahwa Nokia mulai memperoleh dukungan bisnis baru di luar telekomunikasi konvensional. Saham Nokia sebelumnya juga telah melonjak 9,27 persen dan ditutup pada 9,01 Euro, dari 8,22 Euro.
Proyeksi Laba Didorong Permintaan Infrastruktur
Target laba operasi comparable Nokia untuk 2026 kini berada di kisaran 2,1 miliar Euro hingga 2,6 miliar Euro. Sebelumnya, perusahaan menargetkan laba operasi comparable sebesar 2 miliar Euro hingga 2,5 miliar Euro.
Kenaikan proyeksi itu mencerminkan harapan terhadap kebutuhan jaringan berkapasitas tinggi untuk mendukung pengembangan AI dan layanan cloud. Nokia melihat ruang ekspansi pada perangkat lunak serta jaringan yang berpotensi menghasilkan margin lebih tinggi.
| Indikator | Kinerja Terbaru | Pembanding |
|---|---|---|
| EPS kuartal II 2026 | 0,07 Euro | 0,04 Euro setahun sebelumnya |
| Pendapatan kuartal II 2026 | 4,815 miliar Euro | Naik 8 persen tahunan |
| Laba operasi comparable | 434 juta Euro | Naik 18 persen tahunan |
| Target laba operasi 2026 | 2,1-2,6 miliar Euro | Sebelumnya 2-2,5 miliar Euro |
Kinerja Kuartal II Melampaui Perkiraan
Data yang dikutip rmol.id menunjukkan laba per saham Nokia pada kuartal II 2026 mencapai 0,07 Euro. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,05 Euro dan meningkat dari 0,04 Euro pada periode sama tahun sebelumnya.
Pendapatan Nokia tercatat 4,815 miliar Euro, tumbuh 8 persen secara tahunan. Sementara itu, laba operasi comparable naik 18 persen menjadi 434 juta Euro.
Perbaikan hasil keuangan ini memperkuat perhatian investor terhadap kemampuan Nokia mengubah permintaan jaringan AI menjadi pendapatan. Realisasi pesanan jangka panjang akan menjadi faktor utama yang diperhatikan pasar dalam 12 bulan mendatang.
Pesanan AI dan Cloud Menjadi Penopang
Bisnis AI dan cloud Nokia telah mengantongi pesanan sekitar 2,8 miliar Euro. Penjualan pada segmen tersebut juga meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode setahun sebelumnya.
Sejumlah kontrak jaringan itu bersifat jangka panjang dan diperkirakan mulai berkontribusi pada pendapatan dalam satu tahun ke depan. Kecepatan konversi pesanan menjadi penjualan akan menentukan apakah optimisme investor dapat bertahan.
Dalam perdagangan terbaru, saham Nokia bergerak pada rentang 8,88 Euro hingga 9,48 Euro. Rentang pergerakan itu menunjukkan pasar masih aktif menilai prospek pertumbuhan perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.
AI-RAN dan Risiko Pasokan
Nokia turut mengembangkan teknologi AI-RAN bersama Nvidia untuk mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam jaringan radio. Kolaborasi itu menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas peran di sektor konektivitas dan komputasi.
Sejumlah analis, termasuk Bank of America dan SEB Equities, juga menaikkan target harga serta rekomendasi untuk Nokia. Dukungan itu memperkuat sentimen positif, meski tidak menghilangkan risiko operasional yang masih dihadapi perusahaan.
Kelangkaan chip memori berpotensi menghambat Nokia memenuhi pesanan AI dan cloud yang telah diperoleh. Selain itu, belanja modal operator seluler yang belum pulih sepenuhnya masih menekan bisnis telekomunikasi tradisional Nokia.
Karena itu, pasar akan mencermati pelaksanaan kontrak AI, ketersediaan komponen, dan pertumbuhan laba pada periode berikutnya. Ketiga faktor tersebut akan menentukan seberapa kuat bisnis baru Nokia menopang kinerja perusahaan secara berkelanjutan.






