Tanggap Darurat hingga September, Ribuan Warga Pangandaran Masih Menanti Air Bersih

Status tanggap darurat kekeringan di Kabupaten Pangandaran berlaku hingga 30 September 2026. Di tengah masa penanganan itu, 7.973 warga di 22 desa masih tercatat terdampak krisis air bersih hingga 12 Agustus 2026.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran menetapkan masa tanggap darurat selama 90 hari sejak 3 Juli. Warga terdampak mencakup 2.681 kepala keluarga yang tersebar di sembilan kecamatan.

Kementerian Sosial terus menyalurkan air bersih untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat selama kekeringan berlangsung. Bantuan yang dikerahkan terdiri atas satu truk tangki air, enam tandon, dan enam paket penjernih air.

Truk tangki berfungsi mengangkut pasokan air ke titik terdampak, sedangkan tandon dipakai sebagai tempat penampungan. Paket penjernih air dipasang agar air yang diterima masyarakat dapat digunakan secara aman.

Distribusi Diprioritaskan Sesuai Kebutuhan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan distribusi bantuan akan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah daerah dan petugas untuk menentukan lokasi yang perlu segera mendapat penanganan.

“Kemensos sudah menyalurkan berbagai bantuan pemenuhan air bersih. Sekarang distribusi terus dilakukan ke wilayah terdampak agar kebutuhan air bersih warga terdampak tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung,” kata Gus Ipul.

Penyaluran dilakukan salah satunya di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak. Di desa tersebut, petugas memasok air dari truk tangki, menempatkan tandon, dan memasang instalasi penjernih air.

Armada Kemensos masih menjalankan distribusi air bersih hingga 12 Agustus 2026, termasuk ke Kecamatan Cimerak. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan bantuan menjangkau warga sesuai kebutuhan.

Wilayah dengan Dampak Terbesar

Sembilan kecamatan yang terdampak meliputi Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya. Cimerak, Kalipucang, serta Parigi menjadi tiga wilayah dengan jumlah warga terdampak paling banyak.

KecamatanJumlah WargaKeterangan
Cimerak2.561 jiwaDampak terbesar
Kalipucang2.231 jiwaDampak besar
Parigi1.708 jiwaDampak besar

Verifikasi dan validasi kebutuhan mendesak dilakukan di setiap daerah terdampak. Kegiatan tersebut melibatkan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos, Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran, dan Taruna Siaga Bencana.

Menurut Beritasatu, penanganan krisis air bersih dilakukan bersama BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, dan relawan. Kerja bersama diperlukan karena lokasi terdampak tersebar dengan kebutuhan distribusi air yang berbeda-beda.

Kekeringan di Pangandaran telah berlangsung sejak Mei 2026 dan memicu kebutuhan pasokan air di banyak desa. Pemerintah dan petugas lapangan terus menyesuaikan titik bantuan selama status tanggap darurat masih berlaku.

Baca Juga