Perubahan Honda Blade bergaya CT125 ini bertumpu pada perombakan subframe, bukan hanya penambahan aksesori eksterior. Rangka belakang baru diperlukan agar bodi, boks, dan konfigurasi suspensi dapat membentuk siluet yang lebih proporsional.
Insan Motor Bekasi mengubah motor bebek tersebut dari sistem suspensi belakang ganda menjadi monoshock custom. Langkah itu menjadi salah satu pembeda utama karena mengubah bentuk samping Honda Blade secara signifikan.
Proyek ini dibuat untuk memenuhi keinginan pemilik Honda Blade yang menghendaki nuansa trail klasik ala CT125. Hasilnya tetap menggunakan basis mesin Honda Blade, tetapi tampilannya memadukan komponen dari sejumlah model lain.
Proporsi Bodi Menjadi Tantangan Utama
Pemilik Insan Motor Bekasi, Yustinus Erwan Santoso atau Iyus, menyebut penataan bodi sebagai bagian paling sulit dalam pengerjaan. Ia menilai pemasangan velg, ban, maupun suspensi depan bukan persoalan utama dibanding menyelaraskan bentuk keseluruhan motor.
“Yang paling susah sebenarnya setting bodinya supaya proporsional,” kata Iyus kepada oto.detik.com. Karena itu, subframe belakang dibuat ulang agar bentuk bodi menyerupai CT125 dan tetap mendukung pemasangan boks belakang.
Boks berkapasitas sekitar 46 liter tersebut berfungsi sebagai ruang penyimpanan. Komponen itu juga dapat dipakai sebagai sandaran penumpang, sehingga struktur belakang harus dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.
| Area Modifikasi | Komponen yang Dipakai | Perubahan |
|---|---|---|
| Mesin | Honda Blade | Naik dari 110 cc menjadi 130 cc |
| Suspensi depan | Honda Tiger atau MegaPro | Disesuaikan dengan segitiga atas custom |
| Suspensi belakang | Monoshock custom | Menggantikan suspensi ganda |
| Roda | Velg Honda GTR 150 | Dipadukan dengan ban semi trail |
Mesin dan Kaki-Kaki Ikut Disesuaikan
Walau tidak mengganti basis mesin, kapasitas Honda Blade dinaikkan dari 110 cc menjadi 130 cc. Tangki bahan bakar juga dibuat lebih besar dengan tambahan kapasitas sekitar satu liter.
Suspensi depan menggunakan komponen Honda Tiger atau MegaPro dan membutuhkan segitiga atas yang dibuat menyesuaikan. Pada bagian bawah, velg serta lengan ayun memanfaatkan komponen Honda GTR 150.
Ban semi trail ukuran 3.00-17 dipasang di depan, sedangkan bagian belakang memakai ukuran 3.50-17. Susunan ini digunakan untuk menguatkan tampilan dual purpose pada motor yang awalnya berjenis bebek harian.
Perpaduan Detail dari Berbagai Motor
Bagian depan memakai lampu daymaker bulat berukuran 5,75 inci dengan cover lampu bergaya Honda CT125. Panel kilometernya menggunakan model LS2N, sementara setang diambil dari Yamaha MX King.
Windshield depan menggunakan komponen Kawasaki Versys untuk memberikan kesan motor yang siap menempuh perjalanan lebih jauh. Lampu belakang memakai Yamaha L2G, tetapi rumah lampunya dibuat custom supaya tidak bertabrakan dengan desain bodi.
Iyus menjelaskan bahwa ubahan melibatkan banyak penyesuaian, mulai dari bodi hingga struktur belakang. “Bodi total semuanya, rangka belakang, subframe kita ubah, double shock kita bikin jadi monoshock, sesuai kemauan yang punya motor ini,” ujarnya.
Biaya modifikasi mencapai sekitar Rp 30 juta termasuk boks belakang dan belum termasuk motor bahan. Pengerjaan normalnya dapat selesai dalam dua hingga tiga bulan, meski sejumlah kendala membuat proses proyek ini berlangsung lebih lama dari rencana awal.






