Solvabilitas Turun, tapi BRINS Masih Simpan Kelebihan Modal Rp1,28 Triliun

Rasio solvabilitas BRINS turun dari 374,22% pada 2024 menjadi 357,90% pada 2025. Meski demikian, angka tersebut masih hampir tiga kali lipat melampaui ketentuan minimum regulator, yaitu 120% dari modal minimum berbasis risiko atau MMBR.

Besarnya jarak dari batas minimum terlihat dari kelebihan tingkat solvabilitas yang mencapai Rp1,28 triliun. BRINS memiliki tingkat solvabilitas Rp1,78 triliun, sedangkan kebutuhan MMBR berada di Rp496,44 miliar.

Cadangan modal di atas kebutuhan minimum tersebut menjadi salah satu indikator kesehatan keuangan perusahaan asuransi. BRINS juga mencatat rasio kecukupan investasi 204,76% dan rasio likuiditas 206,47% pada akhir 2025.

IndikatorPosisi 2025Posisi 2024
Rasio solvabilitas357,90%374,22%
Tingkat solvabilitasRp1,78 triliunRp1,59 triliun
MMBRRp496,44 miliar
Kelebihan solvabilitasRp1,28 triliun

Laba Tumbuh Lebih dari 21%

Di tengah rasio solvabilitas yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, PT BRI Asuransi Indonesia atau BRINS membukukan kenaikan laba. Laba setelah pajak perusahaan mencapai Rp674,75 miliar pada 2025, tumbuh 21,15% dari Rp556,95 miliar pada 2024.

Laba sebelum pajak juga meningkat 18,80% menjadi Rp870,60 miliar. Sementara itu, laba komprehensif naik 20,47% menjadi Rp670,24 miliar.

Kinerja tersebut ditopang hasil asuransi bersih sebesar Rp977,14 miliar, naik 19,20% secara tahunan. Hasil asuransi dan investasi bersih mencapai Rp1,07 triliun atau tumbuh 16,66%.

Pendapatan jasa asuransi BRINS tercatat Rp3,73 triliun sepanjang 2025. Jumlah ini meningkat 10,73% dari Rp3,36 triliun pada tahun sebelumnya.

Pos Keuangan2025Pertumbuhan Tahunan
Pendapatan jasa asuransiRp3,73 triliun10,73%
Hasil asuransi bersihRp977,14 miliar19,20%
Laba sebelum pajakRp870,60 miliar18,80%
Laba setelah pajakRp674,75 miliar21,15%

Aset dan Kewajiban Bergerak Seiring Bisnis

Total aset BRINS tumbuh 15,89% menjadi Rp7,92 triliun pada akhir Desember 2025. Kenaikan dari posisi Rp6,83 triliun setahun sebelumnya antara lain didorong nilai investasi yang bertambah 19,63% menjadi Rp3,74 triliun.

Liabilitas kontrak asuransi meningkat 16,66% menjadi Rp4,72 triliun. Kenaikan ini berlangsung sejalan dengan pertumbuhan aktivitas bisnis asuransi perusahaan.

Berbeda dari liabilitas kontrak asuransi, liabilitas lainnya turun 10,29% menjadi Rp416,17 miliar. Akumulasi laba ditahan juga naik 25,48% hingga mencapai Rp2,47 triliun.

Data laporan keuangan audited yang dipublikasikan Finansial Bisnis menunjukkan laporan tahun buku 2025 BRINS telah disusun mengacu pada PSAK 117 tentang Kontrak Asuransi. Auditor independen memberikan opini Wajar Tanpa Modifikasian atas laporan keuangan tersebut.

BRINS merupakan perusahaan asuransi dengan kepemilikan 90% oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sisa saham sebesar 10% dimiliki Yayasan Kesejahteraan Pekerja Bank Rakyat Indonesia.

Baca Juga