Qualcomm menempatkan efisiensi daya sebagai senjata utama Snapdragon C untuk laptop berharga mulai USD 300, atau sekitar Rp4,7 juta. Platform berbasis Arm ini diproyeksikan menantang pilihan laptop murah yang selama ini banyak mengandalkan prosesor entry-level Intel.
Dalam pengujian internalnya, Qualcomm menyatakan Snapdragon C dapat menghemat daya hingga 106% dibandingkan Intel N250 saat memutar Netflix melalui Microsoft Edge. Selisih tersebut menjadi perhatian karena laptop di kelas harga rendah umumnya tidak dibekali baterai berkapasitas besar.
Klaim efisiensi pada penggunaan harian
Qualcomm juga menyebut efisiensi Snapdragon C lebih baik 68% ketika digunakan untuk menjelajah web. Pada panggilan video melalui Teams, penghematan daya yang diklaim mencapai 74% dibandingkan Intel N250.
| Skenario penggunaan | Klaim efisiensi Snapdragon C |
|---|---|
| Streaming Netflix di Microsoft Edge | 106% lebih hemat daya |
| Menjelajah web | 68% lebih efisien |
| Panggilan video di Teams | 74% lebih hemat daya |
Angka tersebut berasal dari pengujian Qualcomm sehingga belum dapat disamakan dengan hasil pengujian independen. Ketahanan baterai pada produk akhir tetap dipengaruhi layar, kapasitas baterai, sistem pendinginan, perangkat lunak, dan konfigurasi komponen dari setiap produsen.
Qualcomm menjanjikan perangkat dengan daya tahan baterai seharian penuh melalui platform ini. Namun, durasi pemakaian nyata akan berbeda bergantung pada beban kerja dan kebiasaan penggunaan masing-masing pemilik laptop.
Performa yang dibandingkan dengan Intel N250
Selain konsumsi daya, Qualcomm memaparkan hasil perbandingan performa Snapdragon C dengan Intel N250 dalam kondisi sama-sama menggunakan daya baterai. Sistem sampel Snapdragon C yang digunakan dalam pengujian tersebut memiliki RAM 8 GB, sebagaimana dikutip inet.detik.com.
Pada Geekbench, Snapdragon C disebut 44% lebih cepat dalam pengujian single-core dan 24% lebih tinggi untuk multi-core. Qualcomm juga mencatat keunggulan pada Cinebench serta pengujian aktivitas peramban Speedometer 3.1.
| Pengujian | Keunggulan Snapdragon C atas Intel N250 |
|---|---|
| Geekbench single-core | 44% lebih cepat |
| Geekbench multi-core | 24% lebih tinggi |
| Cinebench single-thread | 50% lebih cepat |
| Cinebench multi-thread | 67% lebih unggul |
| Speedometer 3.1 | 39% lebih tinggi |
Dalam Cinebench, Qualcomm mengklaim performa single-thread Snapdragon C lebih cepat 50%, sedangkan hasil multi-thread unggul 67%. Untuk Speedometer 3.1, platform tersebut disebut mencatat performa 39% lebih tinggi.
Disiapkan untuk kebutuhan dasar
Snapdragon C dirancang sebagai satu platform yang memadukan CPU, grafis terintegrasi, dan kemampuan AI bagi produsen laptop. Target penggunaannya meliputi pekerjaan dokumen, kegiatan belajar, rapat video, browsing, serta hiburan ringan.
Chip ini mengusung CPU Qualcomm Kryo delapan inti dengan kecepatan hingga 3 GHz pada pemrosesan single-core. Kecepatan maksimum multi-core mencapai 2 GHz, sementara total cache yang disediakan berjumlah 2 MB.
| Komponen | Rincian |
|---|---|
| CPU | Qualcomm Kryo 8-core |
| Kecepatan CPU | Hingga 3 GHz single-core dan 2 GHz multi-core |
| Cache | Total 2 MB |
| Grafis | GPU Adreno hingga 900 MHz |
| AI | Hexagon NPU |
Untuk pengolahan visual, Qualcomm menyertakan GPU Adreno dengan kecepatan hingga 900 MHz. Platform ini juga memiliki Hexagon NPU untuk menangani beban kerja AI di perangkat.
Produsen mulai menyiapkan perangkat
Acer, HP, Asus, dan Lenovo dilaporkan tengah menyiapkan laptop berbasis Snapdragon C. Banyaknya produsen yang mengadopsi platform tersebut akan menentukan luasnya pilihan perangkat di pasar laptop murah.
Acer telah memperlihatkan Aspire Go 15 sebagai laptop Snapdragon C pertamanya dengan RAM 8 GB dan SSD 512 GB. Harga akhir serta jadwal peluncuran jajaran perangkat berbasis chip ini belum diumumkan secara resmi.
Snapdragon C diproyeksikan bersaing dengan ekosistem Intel Wildcat Lake dan lini MacBook Neo dari Apple pada segmen entry-level. Persaingan di kelas ini akan ditentukan oleh kemampuan OEM menghadirkan laptop dengan harga terjangkau tanpa mengorbankan manfaat efisiensi yang dijanjikan Qualcomm.






