Siswa SMK Kupang Ditangkap Kurang dari 12 Jam Usai Guru Diserang di Kamar Asrama

Polisi menangkap seorang siswa berinisial A (16) kurang dari 12 jam setelah guru Bahasa Inggris Soleman Malo alias Eman (27) diserang di kamar asrama. Penangkapan dilakukan pada Kamis siang di kamar kos pelaku di Jalan Anggrek, Bimoku, Kelurahan Lasiana.

Tim penyidik yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Deky Tanebeth menangkap A tanpa perlawanan. Remaja tersebut merupakan siswa kelas II jurusan Nautika Kapal Niaga di SMK Pelayaran Kupang.

Polisi Telusuri Motif Sakit Hati

Dalam pemeriksaan, A mengakui perbuatannya dan menyebut rasa sakit hati sebagai alasan tindakannya. Ia mengaku merasa kerap direndahkan oleh korban melalui ucapan yang menyinggung orang tua dan kampung halamannya.

“Saya sering disebut kampungan, singgung orang tua saya dan kampung halaman saya di Alor sehingga saya sakit hati,” tutur A saat diperiksa. A berasal dari Padang Tekukur, Desa Mutiara, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Kapolsek Kota Lama AKP Zainal Arifin Abdurahman mengatakan penyidik masih mendalami pengakuan tersebut. Polisi memeriksa guru, siswa, dan saksi lain, termasuk mengenai keterangan pelaku bahwa korban disebut kerap mengejek siswa dari luar Kota Kupang.

A mengaku mengambil pisau dapur dari kosnya setelah merasa kembali mendapat ucapan yang menghina pada Rabu malam. Ia juga menyebut mendobrak pintu kamar setelah ketukannya tidak dibuka, lalu menikam korban beberapa kali.

Serangan Terjadi Saat Korban Tertidur

Peristiwa Guru Ditikam di Asrama SMK itu terjadi pada Rabu (12/8/2026) malam di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Korban dilaporkan sedang tertidur ketika pelaku diduga masuk ke kamarnya membawa pisau dapur.

Kepolisian menyebut pelaku diduga menutupi wajahnya dengan kaus olahraga sebelum mendatangi kamar korban. Ia disebut menggedor pintu sambil berteriak memanggil korban, kemudian mendobrak pintu dan melakukan penyerangan.

AKP Zainal menyampaikan bahwa ada teriakan yang terdengar sebelum pelaku masuk ke kamar. “Ada teriakan Pak, Pak sebelum pelaku menggedor pintu dan masuk menikam korban,” kata Zainal.

Korban Menerima Puluhan Jahitan

Soleman Malo mengalami luka robek pada kepala bagian atas dan kepala bagian kiri. Ia menjalani perawatan di RSUD SK Lerik Kota Kupang setelah menerima bantuan dari para penghuni asrama.

Bagian TubuhKondisiPenanganan Medis
Kepala bagian atasLuka robek11 jahitan
Kepala bagian kiriLuka robek13 jahitan

Sebelum serangan, korban sempat mengirim pesan WhatsApp kepada guru Wilhelmus Woga (29). Pesan itu berisi informasi bahwa ada orang luar membawa pisau dan masuk ke area sekolah.

Wilhelmus menemukan bercak darah di depan pintu kamar, di dalam ruangan, dan hingga lapangan asrama saat tiba di lokasi. Teriakan korban juga membangunkan penghuni asrama lainnya.

Siswa kelas I Umbu Henci Hama Duna Nahak (15) bersama rekan-rekannya kemudian membawa korban yang berlumuran darah ke rumah sakit memakai mobil warga. Kondisi korban masih memerlukan perawatan medis setelah penyerangan tersebut.

Pisau yang Diduga Dipakai Masih Dicari

Laporan atas dugaan penganiayaan dibuat Juvriano Daniel Laga (49) kepada Polsek Kota Lama pada Kamis (13/8/2026). Polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi asrama.

Penyidik masih mencari pisau dapur yang diduga digunakan dalam penyerangan terhadap guru di SMK Pelayaran Kupang tersebut. Pelaku disebut membuang pisau itu di tengah jalan saat melarikan diri.

Baca Juga