Sirkuit Silverstone berpotensi memberi sedikit keuntungan bagi Aprilia dalam lanjutan MotoGP 2026. Namun, manajer tim Ducati Lenovo Davide Tardozzi menilai faktor penentu gelar kini lebih banyak berada pada kemampuan rider ketimbang perbedaan motor.
Pandangan itu muncul ketika Ducati dan Aprilia terus saling bergantian meraih hasil terbaik sepanjang musim. Kekuatan yang berdekatan membuat karakter lintasan penting, tetapi tidak cukup untuk menentukan pemenang tanpa eksekusi balapan yang kuat.
Silverstone Bukan Penentu Tunggal
MotoGP 2026 akan kembali bergulir di Silverstone pada 7-9 Agustus. Tardozzi mengakui Aprilia mungkin lebih difavoritkan di lintasan tersebut, sementara Ducati dapat memiliki keunggulan pada sirkuit lain.
“Di beberapa trek seperti Silverstone, Aprilia mungkin sedikit lebih difavoritkan. Di trek lain, kami yang menjadi favorit. Tapi sekarang pebalaplah yang membuat perbedaan,” ujar Tardozzi kepada Sky Italia.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa keunggulan teknis tidak lagi memberi margin aman seperti sebelumnya. Rider harus mampu menjaga kecepatan, konsistensi, dan ketepatan mengambil peluang pada setiap akhir pekan.
“Saya pikir motor Ducati dan Aprilia sekarang sama kompetitifnya. Saya rasa situasi ini akan terus berlangsung hingga akhir musim,” kata Tardozzi.
Hasil Musim Ini Menunjukkan Kekuatan Berimbang
Aprilia mengawali musim dengan kemenangan pada tiga seri pertama. Ducati kemudian menghentikan puasa kemenangan melalui Alex Marquez di Jerez.
Setelah Jerez, kedua pabrikan tidak membiarkan rivalnya membangun dominasi terlalu lama. Aprilia mencetak finis satu-dua di Le Mans dan menunjukkan performa kuat kembali pada Mugello.
Ducati merespons melalui finis satu-dua di Catalunya. Marc Marquez lalu membawa pabrikan Borgo Panigale itu meraih empat kemenangan beruntun di Balaton Park dan Brno.
Aprilia kembali mendominasi di Assen, sedangkan Ducati mengakhiri paruh pertama musim lewat kemenangan ganda Marc Marquez di Sachsenring. Pergantian hasil tersebut menjadi dasar penilaian bahwa kedua motor berada pada tingkat daya saing yang sangat dekat.
Persaingan Gelar Masih Luas
Jorge Martin memimpin klasemen, tetapi posisi itu belum memisahkannya jauh dari para pesaing. Ai Ogura, Marc Marquez, Marco Bezzecchi, dan Fabio Di Giannantonio masih berada dalam jangkauan poin untuk menekan pemimpin klasemen.
| Posisi Persaingan | Rider | Selisih dari Puncak |
|---|---|---|
| Pemimpin klasemen | Jorge Martin | – |
| Penantang Aprilia | Ai Ogura | 14 poin |
| Penantang Ducati | Marc Marquez | 18 poin |
| Penantang Aprilia | Marco Bezzecchi | 22 poin |
| Penantang Ducati | Fabio Di Giannantonio | 24 poin |
Menurut sport.detik.com, Martin unggul 18 poin atas Marc Marquez dan Ogura terpaut 14 poin dari puncak. Bezzecchi yang sedang mengalami cedera masih tercatat dalam kelompok teratas dengan jarak 22 poin.
Di Giannantonio juga belum dapat dikesampingkan karena hanya tertinggal 24 poin. Komposisi klasemen ini membuat persaingan tidak hanya berpusat pada satu duel antara Ducati dan Aprilia.
Penutup Era Mesin 1.000 cc
Musim 2026 menjadi penutup era mesin 1.000 cc sebelum aturan mesin 850 cc berlaku pada musim berikutnya. Persaingan Ducati dan Aprilia yang sangat rapat memberi warna tersendiri menjelang perubahan regulasi tersebut.
Dengan selisih poin yang masih terbuka dan kekuatan motor yang seimbang, Silverstone akan menjadi ujian penting bagi semua kandidat. Hasil di trek yang dinilai cocok untuk Aprilia itu dapat memengaruhi klasemen, tetapi kualitas rider tetap menjadi faktor utama dalam perebutan gelar.






