Setelah Turun 1,69 Persen, IHSG Menanti Sinyal Fiskal dari Prabowo

IHSG memasuki Jumat (14/8/2026) setelah mencatat penurunan 1,69 persen dan berakhir di level 6.373,85 pada perdagangan sebelumnya. Perhatian investor tertuju pada pidato Presiden Prabowo Subianto yang akan memaparkan agenda ekonomi, termasuk nota keuangan dan RUU APBN 2027.

Pasar menanti kejelasan kebijakan fiskal pemerintah sebelum menentukan arah lanjutan. Penantian itu terjadi ketika investor asing membukukan jual bersih Rp1,41 triliun di pasar saham domestik pada Kamis.

Pidato Presiden dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi pada Jumat. Laporan kinerja lembaga negara akan disampaikan pukul 09.34 WIB, sementara nota keuangan serta RUU APBN 2027 dijadwalkan pada pukul 14.57 WIB.

Agenda tersebut menjadi bagian dari Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI. Paparan pemerintah mengenai arah ekonomi nasional dipandang penting bagi respons pelaku pasar menjelang akhir pekan.

Pasar Masih Berada dalam Rentang Terbatas

BRI Danareksa Sekuritas melihat pergerakan IHSG masih terbatas meski peluang rebound teknikal tetap ada. Peluang itu bergantung pada kemampuan indeks bertahan di area bawah rentang pergerakannya.

Perusahaan sekuritas tersebut memproyeksikan support pada kisaran 6.270–6.300. Area resistance diperkirakan berada di rentang 6.350–6.400.

“Kami memproyeksikan IHSG bergerak terbatas dengan support di 6.270–6.300 dan resistance di 6.350–6.400,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas. Rentang tersebut menandakan pelaku pasar masih memantau katalis yang dapat mengubah arah perdagangan.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 6.230 hingga 6.370. Tekanan pada indeks sebelumnya disebut turut berkaitan dengan aksi lepas saham yang keluar dari indeks MSCI periode Agustus 2026.

Selain faktor MSCI, sikap ragu investor menjelang pidato presiden menjadi perhatian. Aksi ambil untung juga disebut membendung ruang penguatan indeks.

Analis Phintraco Sekuritas menyatakan, “Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat.” Proyeksi ini menempatkan level 6.230 dan 6.370 sebagai batas teknikal yang diamati pada perdagangan Jumat.

Perbedaan Pandangan Analis

AnalisProyeksiSupportResistance
Phintraco SekuritasSideways6.2306.370
CGS International Sekuritas IndonesiaBervariasi cenderung melemah6.205 / 6.1106.400 / 6.500
BRI Danareksa SekuritasBergerak terbatas6.270–6.3006.350–6.400

CGS International Sekuritas Indonesia menilai IHSG berpotensi bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. Support yang diperhatikan berada pada 6.205 dan 6.110, sedangkan resistance terletak di 6.400 serta 6.500.

Penguatan Wall Street pada Kamis memang memberi sentimen positif bagi pasar saham domestik. Namun, CGS International Sekuritas Indonesia menilai kehati-hatian investor menjelang penutupan pekan dapat menahan potensi penguatan.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.205/6.110 dan resist 6.400/6.500,” jelas analis CGS International Sekuritas Indonesia. Arah fiskal yang disampaikan Prabowo dan respons terhadap level teknikal akan menentukan fokus pasar pada perdagangan Jumat.

Baca Juga