Sirkuit Internasional Sepang akan kembali menerima Formula 1 pada 2026 setelah absen sejak 2017. Malaysia dijadwalkan menjadi lokasi GP Bahrain pada 2-4 Oktober 2026, meski balapan tersebut masih memerlukan persetujuan final.
Kembalinya Sepang bukan melalui penyelenggaraan GP Malaysia seperti sebelumnya. Balapan yang akan berlangsung di lintasan tersebut tetap tercatat sebagai GP Bahrain karena dipindahkan dari negara asalnya.
Rincian Agenda di Malaysia
| Peristiwa | Lokasi | Tanggal |
|---|---|---|
| GP Bahrain 2026 | Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia | 2-4 Oktober 2026 |
| GP Malaysia terakhir | Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia | 2017 |
Seri Sepang akan berada di antara GP Azerbaijan dan GP Singapura pada kalender Formula 1 musim 2026. Formula 1 memastikan pemindahan GP Bahrain ke Malaysia tidak akan berdampak pada jadwal seri lainnya.
Rangkaian tersebut menempatkan Malaysia dalam periode kalender yang padat pada akhir September hingga awal Oktober. Kehadiran Sepang memberi warna baru di antara dua seri lain yang berlangsung berdekatan.
Dari Penundaan Menjadi Kesepakatan Baru
GP Bahrain sebelumnya ditunda dari jadwal awalnya di Bahrain. Bola.bisnis.com, mengutip Al Jazeera, melaporkan penundaan pada April 2026 berkaitan dengan situasi keamanan regional di tengah konflik AS-Israel dengan Iran.
Bahrain lalu menjalin kerja sama dengan Malaysia agar satu seri yang berpotensi hilang dari kalender dapat tetap dilaksanakan. Kesepakatan itu melibatkan Formula 1, FIA, Pemerintah Bahrain, dan Pemerintah Malaysia.
Formula 1 menyampaikan bahwa perpindahan tersebut menjaga keberadaan Grand Prix dalam musim 2026. Dalam pernyataan resminya pada Minggu, 26 Juli 2026, Formula 1 mengatakan, “Perjanjian ini memungkinkan Formula 1 mempertahankan sebuah Grand Prix yang seharusnya tidak akan berlangsung.”
Pernyataan itu menegaskan perubahan hanya menyangkut tempat pelaksanaan, bukan keberadaan seri dalam kalender. GP Bahrain tetap dipertahankan dengan Sepang sebagai lokasi penyelenggaraan yang direncanakan.
Prosedur dan Aspek Keselamatan
Pengumuman tersebut belum berarti seluruh proses administratif telah selesai. Kesepakatan final dan pengesahan World Motor Sport Council atau WMSC masih dibutuhkan sebelum balapan dapat dipastikan terlaksana.
FIA menjadikan keselamatan sebagai dasar utama dalam memilih sirkuit pengganti. Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menyatakan F1 dan FIA mampu mencari solusi ketika menghadapi keadaan yang tidak direncanakan.
Menurut Ben Sulayem, keselamatan serta kesejahteraan tim, sukarelawan, ofisial, dan penggemar harus tetap menjadi prioritas. Pemilihan Sepang dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan seri sambil mempertimbangkan kondisi yang melatarbelakangi penundaan di Bahrain.
Lintasan Bersejarah bagi F1
Sepang pertama kali menggelar Formula 1 pada 1999 dan dikenal sebagai sirkuit dengan karakter cepat serta tantangan teknis. Kondisi cuaca yang sulit diprediksi dan dukungan penonton yang kuat juga menjadi ciri lintasan Malaysia tersebut.
Balapan Formula 1 terakhir di Sepang berlangsung pada 2017. Max Verstappen, yang saat itu membela Red Bull Racing, memenangi GP Malaysia terakhir di sirkuit tersebut.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyambut kerja sama itu sebagai bentuk hubungan antara Malaysia dan Bahrain. Ia menyatakan Malaysia siap menerima F1, FIA, tim balap, serta penggemar internasional di Sepang.
Formula 1 menyebut informasi penjualan tiket untuk balapan di Malaysia akan diumumkan dalam waktu dekat. Pengumuman berikutnya akan menjadi perhatian setelah tahapan persetujuan resmi diselesaikan.






