Harga Galaxy Z Fold8 di Korea Selatan tercatat jauh lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat dan Eropa. Untuk model reguler, banderol di Eropa disebut mencapai 48 persen lebih tinggi daripada harga di pasar Korea.
Kesenjangan tersebut menempatkan Korea Selatan sebagai pasar dengan harga paling kompetitif dalam perbandingan yang tersedia. Samsung menegaskan akan mempertahankan upaya agar perangkat Galaxy tetap ditawarkan dengan harga kompetitif di negara asalnya.
Perbedaan harga tidak hanya terlihat pada Galaxy Z Fold8 reguler, melainkan juga varian Galaxy Z Fold8 Ultra. Harga awal Ultra di Korea Selatan berada pada 2,58 juta won, lebih rendah dibandingkan harga yang tercantum di dua pasar lain.
Perbandingan Harga di Tiga Pasar
| Model | Pasar | Harga | Selisih dari Korea |
|---|---|---|---|
| Galaxy Z Fold8 Ultra | Korea Selatan | Mulai 2,58 juta won | – |
| Galaxy Z Fold8 Ultra | Amerika Serikat | US$2.099 | 20,4% lebih tinggi |
| Galaxy Z Fold8 Ultra | Eropa | 2.199 euro | 44% lebih tinggi |
| Galaxy Z Fold8 | Korea Selatan | US$1.541 | – |
| Galaxy Z Fold8 | Amerika Serikat | US$1.899 | 23,2% lebih tinggi |
| Galaxy Z Fold8 | Eropa | US$2.280,95 | 48% lebih tinggi |
Pada Galaxy Z Fold8 Ultra, harga di Amerika Serikat tercatat 20,4 persen di atas Korea Selatan. Selisihnya lebih lebar di Eropa, dengan harga 44 persen lebih tinggi dari pasar Korea.
Galaxy Z Fold8 reguler memperlihatkan jarak yang lebih besar. Banderol Amerika Serikat lebih tinggi 23,2 persen, sedangkan harga Eropa terpaut 48 persen dari Korea Selatan.
Komitmen untuk Pasar Domestik
Co-CEO Samsung Roh Tae-moon menilai konsumen Korea Selatan memiliki peran penting dalam perjalanan merek Galaxy di pasar global. Menurutnya, dukungan serta masukan dari pasar domestik menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing Galaxy secara internasional.
Pernyataan Roh tersebut dikutip Korea Times pada Sabtu (25/7/2026), sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia. Ia menyebut Samsung mengakui arti strategis Korea Selatan bagi perusahaan.
“Dukungan, umpan balik, dan dorongan dari konsumen Korea menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing di global merek Galaxy,” kata Roh. Samsung pun menyatakan akan terus berupaya menawarkan perangkat Galaxy dengan harga paling kompetitif di Korea.
Komitmen itu mencakup upaya menjaga posisi harga pada masa mendatang. Roh mengatakan perhatian terhadap harga domestik merupakan bentuk pengakuan Samsung atas pentingnya pasar Korea Selatan.
Tekanan Biaya Memori
Strategi harga tersebut berjalan ketika Samsung menghadapi kenaikan biaya memori sejak awal tahun. Perusahaan menyatakan telah menyerap sebagian besar kenaikan itu melalui optimalisasi rantai pasokan dan kerja sama dengan pemasok komponen.
Namun, Samsung mengakui tidak semua tambahan biaya dapat ditanggung sendiri. Sebagian tekanan biaya kemudian terlihat pada kenaikan harga peluncuran perangkat.
“Begitu biaya melebihi kemampuan kami menanggungnya, tidak bisa dihindari sebagian dari kenaikan akan terlihat dalam harga peluncuran,” ujar Roh. Meski demikian, Samsung menyatakan tidak ingin seluruh beban kenaikan biaya dialihkan kepada konsumen.
Perusahaan akan melanjutkan kerja sama dengan para mitra untuk meminimalkan dampak tekanan biaya tersebut. Tujuannya adalah menjaga inovasi perangkat Galaxy tetap dapat dijangkau oleh sebanyak mungkin pelanggan.






