AI Memangkas Modal Awal Startup, Sam Altman Nilai Kuliah Empat Tahun Tak Selalu Perlu

Kemajuan AI dinilai mengubah titik awal membangun perusahaan rintisan. Sam Altman melihat calon pengusaha kini dapat mengembangkan produk tanpa harus segera memiliki tim besar dan sumber daya yang besar.

Pandangan itu membuat jalur pendidikan empat tahun kembali dipertanyakan relevansinya bagi sebagian orang. Altman menilai perubahan teknologi memberi anak muda lebih banyak peluang untuk menguji gagasan secara langsung.

AI Mengurangi Hambatan Awal

Menurut Altman, AI dapat membantu proses pembuatan produk ketika seseorang baru merintis perusahaan. Teknologi tersebut berpotensi menekan kebutuhan sumber daya pada tahap awal pengembangan startup.

Kondisi ini membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk membangun sesuatu dari ide yang masih sederhana. Seorang pengusaha tidak harus menunggu struktur organisasi besar sebelum mencoba membuat produk.

Altman juga mendorong calon pendiri startup agar tidak terlalu terpaku pada penilaian pihak lain. Reputasi tetap penting saat berhubungan dengan perusahaan lain, tetapi membangun sesuatu dinilainya lebih berarti daripada hanya mengejar kredibilitas.

Eksplorasi beberapa gagasan pun dianggap sebagai bagian yang wajar pada awal perjalanan karier. Dari proses itu, seseorang dapat mengenali proyek yang paling menarik perhatian sekaligus memiliki prospek lebih kuat.

Eksplorasi Sebelum Fokus

Altman tidak setuju dengan anggapan bahwa pengusaha harus langsung mengunci diri pada satu proyek. Namun, setelah menemukan gagasan yang paling diyakini, ia menekankan perlunya menyingkirkan gangguan dan memberi komitmen penuh.

Pemisahan antara tahap mencoba berbagai kemungkinan dan tahap membangun satu proyek menjadi pesan penting dalam pandangannya. Keputusan tersebut perlu mengikuti kondisi serta keyakinan terhadap peluang yang sedang dikerjakan.

Gagasan itu disampaikan Altman kepada peserta magang teknologi dalam acara jejaring Internapalooza yang digelar investor Cory Levy. Dalam kesempatan tersebut, ia membahas perubahan cara orang belajar dan bekerja di tengah perkembangan teknologi.

Bukan Seruan Meninggalkan Kampus

Pernyataan Altman mengenai kuliah empat tahun tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk menolak pendidikan tinggi. Ia mempertanyakan apakah format universitas selama empat tahun masih menjadi kebutuhan bagi setiap orang.

Altman mengakui tidak ada cara untuk membuktikan secara pasti apakah menyelesaikan masa studi empat tahun akan membuat pilihannya lebih baik atau lebih buruk. Ia menyebut pengalaman hidup tidak dapat dijalankan dua kali untuk membandingkan hasilnya.

Pengalaman pribadinya turut membentuk pandangan tersebut. Altman menempuh pendidikan di Stanford selama dua tahun sebelum keluar pada 2005 untuk mengembangkan Loopt, aplikasi berbagi lokasi dengan teman.

Menurut CNN Indonesia, Loopt kemudian masuk angkatan pertama Y Combinator. Keputusan meninggalkan kampus berkaitan dengan keinginan Altman untuk mengembangkan proyek itu.

Meski tidak menuntaskan pendidikan di Stanford, Altman tidak menganggap dua tahun kuliahnya sia-sia. Masa tersebut memberinya kesempatan bertemu banyak orang, hidup mandiri, dan mengerjakan beragam proyek.

Ia juga mengakui ada orang-orang yang berhasil tanpa menempuh kuliah. Pandangan itu sejalan dengan mentornya, Peter Thiel, salah satu pendiri PayPal, yang menawarkan investasi bagi anak muda yang memilih mengejar proyek ketimbang jalur pendidikan konvensional.

Baca Juga