Sasis Bisa Terganggu saat Melaju, 33.473 Xpeng X9 Masuk Program Penarikan

Potensi gangguan tinggi sasis saat kendaraan melaju membuat 33.473 unit Xpeng X9 di China masuk program penarikan. Risiko itu berhubungan dengan kebocoran perlahan pada komponen suspensi udara bagian depan.

Masalah tersebut dapat memengaruhi pengendalian kendaraan apabila kebocoran berkembang dalam kondisi ekstrem. Pemilik biasanya lebih dulu menerima lampu peringatan dan notifikasi teks pada panel instrumen.

Keluhan Sasis Amblas Mendahului Penarikan

Sejumlah keluhan pemilik X9 muncul terutama di Chongqing saat wilayah itu mengalami gelombang panas ekstrem. Konsumen melaporkan sasis kendaraan dapat amblas pada satu sisi atau seluruh bagian ketika mobil berjalan.

Laporan sasis amblas itu berasal dari konsumen dan bukan hasil temuan resmi regulator. Sebelum program penarikan diumumkan, layanan pelanggan Xpeng sempat menjelaskan sebagian peringatan sebagai dampak mode perlindungan termal.

Penjelasan tersebut menyebut pengaturan tinggi kendaraan yang terlalu sering dalam suhu panas dapat menyebabkan kompresor mengalami panas berlebih. Namun, penarikan yang kemudian diajukan Xpeng mengakui adanya persoalan perangkat keras terkait kedap udara suspensi.

Variasi pada proses produksi disebut memengaruhi kedap udara air spring depan. Penggunaan dalam jangka panjang pada wilayah dengan suhu dan kelembapan tinggi dapat membuat udara keluar secara bertahap.

Rincian Unit yang Masuk Cakupan

Penarikan mencakup Xpeng X9 yang diproduksi dari 8 Agustus 2023 sampai 11 Agustus 2025. Program tersebut dijadwalkan berlaku resmi mulai 28 Agustus 2026.

Informasi itu termuat dalam dokumen nomor S2026M0082V yang diajukan kepada Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China atau SAMR. Total kendaraan yang tercakup mencapai 33.473 unit.

KeteranganRincian
KendaraanXpeng X9
Total unit33.473 unit
Rentang produksi8 Agustus 2023–11 Agustus 2025
MasalahKedap udara pegas depan
TindakanPenggantian gratis

Penggantian Komponen Versi Terbaru

Zhaoqing Xpeng New Energy Investment Co., Ltd. akan mengganti front air spring slide pillar assembly dengan komponen versi terbaru tanpa biaya. Pemilik yang sudah menggunakan versi terbaru tidak perlu kembali menjalani perbaikan.

Langkah tersebut ditujukan untuk menangani persoalan pada komponen depan yang berpotensi kehilangan tekanan udara. Dalam kondisi kebocoran yang memburuk, perubahan tinggi kendaraan dapat berdampak pada kendali mobil.

Status X9 di Indonesia Belum Dipastikan

Dampak penarikan itu turut diperhatikan di Indonesia karena X9 telah dijual dengan harga Rp1,1 miliar hingga Rp1,25 miliar. Akan tetapi, status unit yang dipasarkan di dalam negeri belum dipastikan termasuk dalam masalah produksi tersebut.

Berbeda dengan unit di China, Xpeng X9 untuk pasar Indonesia dirakit secara CKD. Perakitan dilakukan bersama PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat.

PT Sinar Eka Selaras Tbk sedang melakukan penilaian menyeluruh terhadap kendaraan yang telah didistribusikan. Hari Arifianto, Vice President Marketing Erajaya Active Lifestyle, menyebut keselamatan pelanggan sebagai prioritas utama perusahaan.

“Keselamatan pelanggan tetap menjadi prioritas utama kami. Di Indonesia, kami saat ini sedang melakukan penilaian menyeluruh untuk menentukan apakah kendaraan yang didistribusikan di pasar Indonesia dipengaruhi oleh masalah terkait produksi yang sama,” kata Hari Arifianto.

X9 mulai dipasarkan di China pada Januari 2024 dalam versi listrik murni dan EREV. Di pasar asalnya, harga MPV listrik tersebut berada di kisaran 359.800 yuan hingga 419.800 yuan.

Penarikan X9 bukan satu-satunya program besar yang dijalankan Xpeng dalam periode kurang dari satu tahun. Pada September tahun lalu, perusahaan menarik 47.490 unit P7+ akibat persoalan pada motor power steering.

Baca Juga