Pemerintah memperluas program revitalisasi sekolah 2026 dari 11.744 menjadi 71.744 satuan pendidikan. Penambahan 60.000 sekolah itu memberi perhatian lebih besar bagi sekolah terdampak bencana, wilayah 3T, dan bangunan dengan kerusakan berat.
Program berskala besar tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 1,1 juta orang dalam kegiatan pembangunan dan perbaikan. Masa kerja revitalisasi diproyeksikan berlangsung antara tiga hingga delapan bulan.
Prioritas bagi Sekolah Bencana dan Rusak Berat
Tiga kelompok sekolah ditetapkan sebagai penerima prioritas pada 2026. Kelompok tersebut terdiri atas sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Penetapan prioritas ini diarahkan untuk memperbaiki lingkungan belajar yang membutuhkan penanganan mendesak. Pemerintah menempatkan revitalisasi bukan hanya sebagai perbaikan fisik bangunan, tetapi juga sebagai bagian dari dukungan terhadap layanan pendidikan yang layak.
SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, termasuk salah satu sekolah dalam sasaran prioritas. Bangunan sekolah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan sejak Januari 2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal Gogot Suharwoto mengatakan koordinasi terus dilakukan dengan kepala sekolah, dinas pendidikan, dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Koordinasi itu ditujukan untuk mempercepat revitalisasi SDN Tanggirejo.
Kemendikdasmen juga akan mengundang kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama revitalisasi. Gogot menyebut perbaikan sarana dan prasarana diharapkan dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik serta mendorong kualitas pendidikan.
Target Melebar dan Serapan Pekerja Meningkat
Sebelum target diperluas, Kemendikdasmen merencanakan revitalisasi 11.744 sekolah dengan anggaran Rp14 triliun. Pemerintah kemudian memasukkan tambahan 60.000 satuan pendidikan ke dalam target 2026.
| Uraian | Data Program | Keterangan |
|---|---|---|
| Target awal | 11.744 sekolah | Anggaran Rp14 triliun |
| Tambahan target | 60.000 sekolah | Target diperluas pada 2026 |
| Total target | 71.744 sekolah | Setelah penambahan sasaran |
| Perkiraan tenaga kerja | 1,1 juta orang | Masa kerja 3 hingga 8 bulan |
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan program ini berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. “Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 sekolah itu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan,” ujarnya dalam rilis Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Kegiatan revitalisasi dijalankan melalui mekanisme swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan. Skema tersebut diharapkan melibatkan masyarakat sekitar sekolah dan memperluas dampak ekonomi di daerah.
Target Awal Sudah Berjalan
Perluasan sasaran terjadi saat pelaksanaan target awal telah berlangsung. Pemerintah menyatakan sekitar 70 persen dari target awal 11.744 sekolah telah selesai pada pertengahan Juni 2026.
Sejumlah proyek dari target awal diperkirakan dapat diselesaikan pada Juli atau Agustus. Sekolah yang rampung disebut dapat diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026/2027.
Revitalisasi ditujukan untuk menyediakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik. Perbaikan fasilitas di sekolah prioritas diharapkan memberi dampak yang lebih luas terhadap mutu pembelajaran.






