Rekaman CCTV Berujung Audit, Amanda Manopo Ungkap Dugaan Kerugian Rp3 Miliar

Rekaman CCTV di rumah menjadi salah satu alasan Amanda Manopo menaruh curiga terhadap mantan karyawannya. Kecurigaan itu kemudian berkembang menjadi audit perusahaan yang disebut mengungkap dugaan kerugian hampir Rp3 miliar.

Setelah pemeriksaan keuangan dilakukan, Amanda memilih membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Mantan staf itu dilaporkan atas dugaan penggelapan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (22/7).

Aktivitas di Rumah yang Dianggap Tidak Wajar

Amanda mengaku memeriksa CCTV setelah merasa menjadi sasaran praktik mistis atau guna-guna. Ia menyebut video tersebut menunjukkan sejumlah aktivitas yang dianggap janggal di beberapa bagian rumah.

Menurut Amanda, rekaman itu diduga memperlihatkan penempatan tanah kuburan di rumahnya. Ia juga menyebut adanya minuman yang diduga telah didoakan serta rumah yang diasapi dupa.

“Ini agak lucu sih, itu ketahuannya karena dia mendukuni saya dulu. Jadi ada bukti-bukti juga, bukti-bukti autentik yang di mana lewat dari video-video, dari CCTV,” kata Amanda seperti diberitakan CNN Indonesia.

Amanda menduga tindakan tersebut berhubungan dengan hubungan pribadinya bersama Kenny Austin. Ia menilai perlakuan itu dilakukan dengan niat untuk memecah hubungan mereka pada saat itu.

Temuan Audit Memperluas Persoalan

Temuan di rumah tidak menjadi satu-satunya dasar kecurigaan Amanda. Ia kemudian mengaudit perusahaan miliknya dan menemukan dugaan transaksi bernilai besar selama mantan staf itu bekerja hampir delapan bulan.

Amanda memperkirakan nilai kerugian yang muncul dari hasil pemeriksaan itu mendekati Rp3 miliar. Dana tersebut diduga digunakan untuk sejumlah kebutuhan gaya hidup dan kegiatan hiburan.

TemuanRincian yang Disampaikan
Perkiraan kerugianHampir Rp3 miliar
Masa kerja mantan stafHampir delapan bulan
Transaksi dompet digitalDisebut mencapai Rp25 juta
Platform transaksiGoPay dan OVO

Selain transaksi dompet digital, Amanda menyebut audit menemukan dugaan pengeluaran untuk perjalanan ke luar negeri dan kunjungan ke kelab di Bali. Pengeluaran lain juga diduga berkaitan dengan kegiatan bersenang-senang.

“Kerugian itu kemungkinan sekitar hampir Rp3 miliaran. Selama dia bekerja hampir delapan bulan,” ujar Amanda. Keterangan tersebut disampaikan terkait hasil pemeriksaan terhadap transaksi selama masa kerja mantan stafnya.

Berkas Laporan Sedang Dilengkapi

Penanganan perkara disebut masih berada pada tahap pelengkapan dokumen dan penguatan bukti. Amanda didampingi Sandy Arifin selaku kuasa hukum untuk menyiapkan berkas administratif tambahan.

Hasil audit keuangan serta keterangan dari sejumlah saksi kunci disiapkan untuk memperkuat laporan. Laporan Polisi disebut akan resmi diterbitkan pada Selasa (28/7).

Sebelum laporan dibuat, Amanda telah berkonsultasi di Polres Jakarta Selatan pada akhir Juni 2026. Ia ketika itu mengaku mulai mencurigai adanya pengkhianatan oleh oknum di dalam manajemen atau perusahaan miliknya.

Belum ada keterangan lanjutan mengenai pemeriksaan terhadap pihak yang dilaporkan. Seluruh dugaan yang disampaikan Amanda tetap memerlukan pembuktian melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga