Rasa Takut Sempat Menyelimuti Nicole Kidman, Ini Sikapnya Setelah Perceraian

Nicole Kidman mengungkapkan rasa takut dan kerentanan yang sempat menyelimuti dirinya setelah berpisah dari Keith Urban. Dalam kondisi tersebut, ia memilih tidak berhenti pada kepasrahan dan berusaha melangkah maju dengan harapan.

Pengakuan itu memperlihatkan sisi pribadi Kidman saat menghadapi perubahan besar dalam hidupnya. Aktris pemenang Oscar tersebut mengatakan masa depan yang kini ada di hadapannya tidak sesuai dengan gambaran yang pernah ia miliki.

“Ada satu titik di mana saya sangat takut dan merasa sangat rentan, yang membuat saya merasa telanjang,” ungkap Nicole Kidman. “Namun pada saat yang sama saya berpikir, ‘Yah, saya bisa memilih untuk tidak menghadapinya dan bergelung pasrah, atau saya bisa melangkah maju dengan harapan yang sangat besar.’”

Perpisahan Setelah 19 Tahun Pernikahan

Kidman dan Keith Urban resmi mengakhiri pernikahan mereka pada awal tahun ini. Rumah tangga keduanya telah berlangsung selama 19 tahun, sedangkan pengajuan perceraian disebut dilakukan pada September tahun lalu.

Setelah perpisahan itu, Kidman menyadari bahwa hidup dapat membawa seseorang ke situasi yang tidak pernah direncanakan. Ia mengaku tidak menyangka harus menjalani jalan hidup yang berbeda dari ekspektasinya.

“Saya tidak menduga hal ini. Saya memiliki pandangan berbeda tentang bagaimana hidup saya nantinya, tetapi inilah yang terjadi sekarang,” tutur Kidman dalam wawancara dengan British Vogue edisi September.

Bintang film Practical Magic itu menilai penyesuaian menjadi bagian yang tidak terhindarkan ketika rencana berubah. Baginya, seseorang perlu menerima bahwa masa depan tidak selalu berjalan mengikuti gagasan yang telah disusun sebelumnya.

“Anda membuat semua rencana ini dan memiliki semua gagasan tentang bagaimana semuanya akan berjalan, lalu ternyata… tidak demikian,” kata Kidman. “Anda harus menyesuaikan diri. Anda beradaptasi. Masa depan benar-benar tidak saya ketahui saat ini.”

Perasaan Menjadi Pegangan

Dalam menjalani fase baru tersebut, Kidman tetap mengandalkan cara pandang yang selama ini ia pegang. Ia mengatakan dirinya lebih berpusat pada perasaan daripada terlalu banyak menganalisis segala keadaan.

Pilihan untuk memimpin dengan hati, menurutnya, bukan hal baru dalam kehidupannya. Pendekatan tersebut membentuk caranya menyikapi ketidakpastian dan tekanan emosional yang muncul setelah perceraian.

“Saya menjalani seluruh hidup saya dengan cara seperti itu. Begitulah diri saya,” ujar Kidman. “Saya tidak berpikir berlebihan dan mungkin tidak terlalu analitis. Saya jauh lebih berpusat pada perasaan dan memimpin dengan hati saya.”

Kidman tidak melihat kesalahan atau kegagalan sebagai alasan untuk menanggalkan pemahaman atas diri sendiri. Ia menilai pengalaman yang terasa memalukan pun dapat terjadi kepada siapa saja.

Dukungan Keluarga dan Lingkaran Terdekat

Di tengah perubahan hidup itu, Kidman memusatkan perhatian pada keluarga dan membesarkan kedua putrinya. Ia juga bersyukur dikelilingi perempuan-perempuan senior yang memberikan dukungan moral serta arahan.

Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk menjaga kesadaran mengenai karakter, bakat, dan identitas diri. Hal itu membantunya tetap memiliki pijakan ketika harus menata kembali kehidupan setelah perpisahan.

“Saya tahu karakter saya. Saya tahu bakat saya. Saya tahu siapa diri saya,” kata Kidman. “Jika saya membuat kesalahan atau ada sesuatu yang salah dalam hidup saya hingga terasa memalukan, tidak apa-apa. Orang lain juga pernah mengalaminya.”

Baca Juga