Quick Share Akan Kirim File dengan Mendekatkan Ponsel, Namun Ada Risiko Keamanan

Google menyiapkan perubahan pada Quick Share yang memungkinkan pengguna Android mengirim kontak, foto, dan video cukup dengan mendekatkan dua ponsel kompatibel. Mekanisme ini mengurangi kebutuhan mencari perangkat penerima secara manual dari daftar yang tersedia.

Kemudahan tersebut akan mulai diterapkan pada Pixel 6 dan model yang lebih baru. Google juga menyiapkan dukungan untuk sejumlah ponsel lipat Samsung generasi berikutnya serta perangkat Android lain pada akhir tahun.

Fitur baru ini dirancang agar pertukaran data jarak dekat berlangsung lebih ringkas. Untuk membagikan kontak, pengguna cukup mendekatkan bagian ujung kedua ponsel sampai notifikasi muncul pada layar.

Pengiriman foto, video, dan berkas berukuran besar juga dapat dimulai melalui Share Sheet. Pengguna cukup membuka berkas, memilih menu berbagi, lalu mendekatkan perangkat pengirim dan penerima.

Daftar Perangkat yang Disiapkan

PerangkatStatus DukunganKeterangan
Pixel 6 dan lebih baruMulai menerima pembaruanMendukung berbagi dengan mendekatkan perangkat
Galaxy Z Fold 8 Ultra, Z Fold 8, dan Z Flip 8Akan diterapkanMasuk daftar perangkat Samsung yang disebutkan Google
Perangkat Android lainAkan diperluasDirencanakan hadir pada akhir tahun

Pembaruan ini membuat pengalaman berbagi Android semakin mirip dengan pendekatan NameDrop milik Apple pada iOS 17. Pertukaran data tidak lagi hanya mengandalkan pemindaian perangkat di sekitar pengguna.

Liputan6 yang mengutip Engadget melaporkan Google sebelumnya telah mendukung interoperabilitas dengan AirDrop pada lini Pixel 10 pada akhir 2025. Dukungan tersebut direncanakan meluas ke perangkat lain setelahnya.

Meski menawarkan proses yang lebih instan, fitur berbagi nirkabel tetap memerlukan pengaturan keamanan yang ketat. Penelitian CISPA Helmholtz Center for Information Security menemukan sejumlah potensi ancaman pada AirDrop dan Quick Share.

Menurut laporan Help Net Security yang dikutip BGR, terdapat enam potensi ancaman yang bisa berdampak pada iOS, Android, macOS, hingga Windows. Tiga masalah terkait AirDrop, sedangkan tiga lainnya berkaitan dengan Quick Share di Android dan Windows.

Kerentanan yang Perlu Diwaspadai

Salah satu skenario serangan disebut dapat dilakukan dengan sebuah laptop yang tersambung ke Wi-Fi dalam radius sekitar 30 meter. Pelaku dapat mengirim permintaan salah format atau malformed request untuk memaksa layanan latar belakang AirDrop berhenti berfungsi.

Pada Quick Share, dua celah ditemukan pada implementasi Samsung dan berpotensi melewati pemeriksaan sesi dalam kondisi tertentu. Kerentanan lain ditemukan pada Quick Share versi Windows milik Google berupa masalah heap use-after-free.

Masalah heap use-after-free berpotensi digunakan sebagai pintu masuk serangan lanjutan. Temuan itu menunjukkan bahwa kecepatan berbagi data perlu diimbangi dengan pembaruan perangkat lunak yang rutin.

Potensi masalah tersebut telah dilaporkan kepada Apple dan Google. Dua masalah disebut telah memperoleh perbaikan, sementara empat masalah lain masih menunggu penyelesaian resmi.

Pengaturan yang Dianjurkan

Pengguna Android disarankan memasang versi sistem operasi terbaru untuk memperoleh perbaikan keamanan yang tersedia. Pengaturan Quick Share juga sebaiknya dibatasi untuk kontak tepercaya, terutama ketika berada di ruang publik.

Menonaktifkan fitur berbagi nirkabel saat tidak digunakan dapat menjadi lapisan pencegahan tambahan. Dengan pengaturan yang tepat, proses mengirim data dengan mendekatkan ponsel tetap dapat digunakan secara lebih aman.

Baca Juga