Purwakarta-Subang Disiapkan Jadi Basis Mobil Listrik, Produksi Massal Mulai 2028

Kawasan Purwakarta-Subang, Jawa Barat, disiapkan menjadi salah satu basis pengembangan ekosistem mobil listrik Indonesia. Pemerintah menargetkan fasilitas di kawasan tersebut dapat memasuki produksi besar-besaran paling lambat pada 2028.

Kompleks pengembangan mobil listrik nasional disebut sedang dibangun di sekitar kilometer 84 pada rute menuju Purwakarta dan Subang. Proyek ini menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas industri kendaraan listrik dalam negeri.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target itu saat meresmikan proyek Motor Listrik Nasional di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Peresmian berlangsung di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group atau Alva, anak usaha Indika Group.

Pengembangan mobil listrik tidak dirancang sebagai proyek yang berdiri sendiri. Pemerintah juga mengarahkan pengembangan motor listrik, bus listrik, dan traktor listrik untuk memperluas penggunaan energi listrik di berbagai sektor.

Ekosistem Produksi dan Energi Disiapkan Bersamaan

Target produksi massal kendaraan membutuhkan ketersediaan energi listrik yang memadai. Pemerintah karena itu menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 GW dalam empat tahun.

Pengurangan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar diesel turut menjadi bagian dari arah transisi energi tersebut. Perluasan pasokan listrik dipandang penting untuk menopang pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik.

ProgramTarget atau CapaianFokus
Mobil listrikProduksi massal paling lambat 2028Ekosistem Purwakarta-Subang
Motor listrik20.000 unit telah diproduksiNaik menjadi 200.000 dan 2 juta unit
Pembangkit suryaHingga 100 GW dalam empat tahunPasokan energi listrik
Efisiensi motor listrikMinimal 50 persen hingga 70 persenPenghematan biaya mobilitas

Menjawab Beban Impor Bahan Bakar

Elektrifikasi transportasi juga dikaitkan dengan upaya mengurangi kebutuhan bahan bakar minyak. Prabowo menyatakan Indonesia membelanjakan devisa sekitar 28 miliar dolar AS hingga 30 miliar dolar AS setiap tahun untuk kebutuhan BBM.

Penggunaan mobil, motor, bus, dan traktor listrik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri. Pemerintah memandang langkah tersebut dapat meningkatkan keamanan dalam pemenuhan energi nasional.

Prabowo menyatakan penggunaan energi listrik secara lebih luas juga berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat. “Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman, kita akan lebih sejahtera,” katanya.

Peluang Penghematan dan Peralihan Kendaraan

Bagi pengguna, motor listrik disebut memiliki potensi penghematan biaya yang cukup besar dibandingkan motor bensin. Prabowo menyebut penghematan dapat mencapai minimal 50 persen dan bahkan hingga 70 persen dalam kondisi tertentu.

Pemerintah disebut akan menyiapkan skema untuk mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan bensin. Salah satu opsi yang disampaikan adalah program tukar tambah kendaraan lama dengan kendaraan listrik baru.

Di sisi manufaktur, produksi motor listrik nasional telah mencapai 20.000 unit. Pemerintah mendorong jumlah itu naik menjadi 200.000 unit sebelum ditingkatkan lagi menuju 2 juta unit.

Prabowo mengapresiasi pengembangan industri motor listrik dalam negeri yang berlangsung di tengah kompetisi dari Jepang, Korea Selatan, dan China. Ia menilai penguasaan sains dan teknologi diperlukan agar Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam untuk kelangsungan kehidupan bangsa.

Dengan sasaran produksi mobil listrik pada 2028, pembangunan kawasan Purwakarta-Subang akan menjadi salah satu penanda penting arah industrialisasi kendaraan listrik nasional. Keberlanjutan program tersebut akan berjalan bersama peningkatan kapasitas produksi, infrastruktur energi, dan perluasan penggunaan kendaraan listrik.

Baca Juga