Italia ingin menyerahkan proyek sepak bola jangka panjang kepada Pep Guardiola, bukan sekadar tugas menangani tim senior. Namun, tuntutan gaji sang pelatih berpotensi menghentikan rencana besar FIGC sebelum mencapai kesepakatan.
Federasi dilaporkan menawarkan 10 juta euro per tahun untuk Guardiola. Mantan pelatih Manchester City itu disebut berharap memperoleh bayaran dua kali lipat dari angka yang diajukan.
Mandat untuk Mengubah Arah Permainan
FIGC menyiapkan peran yang mencakup tim nasional Italia dan pembinaan pemain muda. Guardiola akan diminta menanamkan filosofi permainan baru dalam sistem sepak bola Italia.
Ruang kerja yang luas itu dilaporkan menarik minat Guardiola. Ia dapat memiliki peran dalam membentuk arah permainan sekaligus pengembangan generasi pemain berikutnya.
Tanggung jawab tersebut juga membawa konsekuensi besar. Menjalankan proyek menyeluruh untuk tim senior dan kelompok usia muda memerlukan perhatian yang lebih besar daripada pekerjaan timnas pada umumnya.
Negosiasi Gaji Belum Menemukan Jalan
| Rincian | Tawaran FIGC | Permintaan Guardiola |
|---|---|---|
| Nilai gaji tahunan | 10 juta euro | Dua kali lipat |
| Dampak bagi federasi | Masuk penawaran awal | Berisiko menekan keuangan FIGC |
Perbedaan nilai tersebut menjadi batu sandungan paling konkret dalam pembicaraan. Kenaikan sampai tingkat yang diinginkan Guardiola dinilai dapat membebani kondisi keuangan FIGC.
Giovanni Malago selaku Presiden FIGC mengatakan federasi terbuka terhadap kompromi soal bayaran. Kepada Sky Sport Italia, ia menyatakan kemungkinan negosiasi tetap ada, walau peluang mencapai persetujuan tidak besar.
Hambatan di Luar Lapangan
Nilai kontrak bukan satu-satunya alasan yang dapat membuat Guardiola menolak Italia. Faktor keluarga juga disebut sangat menentukan dalam keputusan pelatih yang pernah bermain untuk Brescia tersebut.
Menurut Gazzetta dello Sport yang dikutip RMC Sport, Guardiola telah berjanji akan meluangkan lebih banyak waktu untuk keluarga setelah satu dekade bersama Manchester City. Ia dikabarkan tidak ingin menerima pekerjaan di Italia jika keluarganya tidak mau ikut pindah.
Kondisi itu membuat FIGC menghadapi negosiasi yang tidak hanya bersifat finansial. Proyek sepak bola yang ambisius harus berjalan seiring dengan pertimbangan pribadi Guardiola.
Kandidat Setelah Ancelotti
Guardiola mengemuka setelah FIGC juga disebut pernah mencoba mendekati Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia tersebut kini menangani Brasil, sehingga peluang membawanya ke Azzurri tidak lagi tersedia.
FIGC melihat Guardiola sebagai sosok yang dapat memberi gagasan permainan kuat untuk masa depan Italia. Akan tetapi, impian itu masih bergantung pada solusi untuk selisih gaji dan rencana kepindahan keluarganya.






