Protes Tak Mengubah Keputusan, Norwich Kehilangan Poin di Carrow Road

Protes Norwich City tidak mengubah keputusan wasit Tim Robinson untuk mengesahkan gol Aune Heggebo dalam kekalahan 1-2 dari West Bromwich Albion. Insiden yang diduga melibatkan handball itu terjadi pada menit ke-75 dan menjadi titik balik laga pembuka Championship di Carrow Road.

Norwich akhirnya menutup pertandingan tanpa poin, meski mereka menciptakan jumlah peluang yang jauh lebih besar daripada lawan. Kekalahan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, itu membuat manajer Philippe Clement menilai timnya kehilangan peluang meraih setidaknya dua poin.

Kekecewaan terhadap Perangkat Pertandingan

Clement mengatakan telah membicarakan situasi gol tersebut dengan perangkat pertandingan seusai laga. Ia menilai hakim garis memiliki posisi yang cukup baik untuk melihat apa yang terjadi di area penalti.

“Mereka tidak melihat, jadi itu mengecewakan,” kata Clement. Menurutnya, ada momen yang memang sulit dilihat, tetapi ia merasa insiden pada gol Heggebo seharusnya dapat diamati dengan jelas.

Gol itu berawal dari umpan silang Jimmy-Jay Morgan yang disambut Heggebo di depan gawang. Tayangan ulang menunjukkan bola diduga mengenai lengan penyerang West Brom tersebut sebelum masuk ke gawang Norwich.

Jose Cordoba dan Ben Chrisene langsung menunjukkan keberatan setelah bola melewati garis gawang. Para pemain tuan rumah mengepung Robinson dan meminta gol tersebut dianulir, tetapi keputusan tidak berubah.

Analisis dari Siaran talkSPORT

Dean Ashton, mantan pesepak bola yang bertugas dalam siaran talkSPORT, menilai proses gol tersebut patut dipertanyakan. “Kelihatannya seperti handball, tetapi tangannya dekat dengan tubuhnya…,” ucap Ashton pada awalnya.

Sesudah melihat tayangan ulang, Ashton menyatakan pandangan yang lebih pasti. “Kami telah melihat tayangan ulang dan itu mutlak handball. Sangat luar biasa sebenarnya, itu sangat jelas,” ujarnya.

Ia juga menilai Heggebo tampak hampir menggunakan dua tangan ketika mendorong bola ke dalam gawang. Ashton menilai kemarahan Norwich dapat dipahami karena gol tersebut memberi West Brom keunggulan pada fase penting pertandingan.

Dominasi yang Tidak Cukup

Terlepas dari kontroversi, Norwich memiliki banyak kesempatan untuk mengubah hasil pertandingan. Mereka mencatatkan 20 tembakan dan angka peluang gol yang hampir mencapai tiga gol.

West Brom hanya menghasilkan delapan tembakan sepanjang laga. Akan tetapi, ketajaman mereka jauh lebih baik dan O’Leary menjadi penghalang utama bagi upaya Norwich.

TimGolTembakanFaktor Menonjol
Norwich City120Peluang gol hampir 3
West Bromwich Albion287 penyelamatan Max O’Leary

O’Leary mencatatkan tujuh penyelamatan untuk menjaga West Brom tetap berada di depan. Performa penjaga gawang itu membuat tekanan Norwich tidak cukup untuk menghasilkan gol penyama kedudukan.

West Brom menambah gol menjelang menit ke-90 melalui Morgan. Mantan pemain muda Chelsea itu melengkapi penampilannya setelah sebelumnya memberikan umpan untuk gol Heggebo.

Mathias Kvistgaarden kemudian mencetak gol untuk memperkecil skor bagi Norwich. Namun, gol tersebut tidak diikuti penyelesaian lain hingga pertandingan berakhir dengan kemenangan tim tamu.

VAR Masuk Perdebatan

Keputusan Robinson kembali memunculkan pembahasan mengenai kemungkinan penggunaan VAR di Championship. Mike Sewell dari talkSPORT mengusulkan teknologi itu sebagai cara untuk mencegah insiden seperti gol Heggebo.

Adrian Durham memiliki pandangan berbeda dan menilai Norwich tidak bisa menggantungkan evaluasi pertandingan pada satu keputusan saja. Ia mengingatkan bahwa tim tuan rumah masih memiliki waktu yang panjang untuk mencetak gol sebelum West Brom membuka keunggulan.

Durham juga berpendapat bahwa satu keputusan yang merugikan belum cukup untuk mendorong penerapan VAR di divisi kedua. Namun, laga di Carrow Road kembali memperlihatkan bagaimana keputusan kontroversial dapat membayangi pertandingan yang hasilnya ditentukan oleh selisih satu gol.

Baca Juga