Produksi 20.000 Motor Listrik Disorot Prabowo, Molinas Kejar Akses Lebih Ringan

Produksi 20.000 motor listrik oleh Grup Indika menjadi salah satu perkembangan yang mendapat apresiasi Presiden Prabowo Subianto. Dalam peluncuran Program Motor Listrik Nasional atau Molinas, ia mendorong peningkatan produksi kendaraan listrik di dalam negeri.

Prabowo menyatakan akan kembali meninjau perkembangan Indika apabila produksinya mencapai 200.000 unit. Ia bahkan menyebut target yang jauh lebih besar, yakni 2 juta unit, dalam pernyataannya pada acara tersebut.

“Hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20.000 motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200.000, saya datang lagi. 2 juta, saya datang lagi,” ujar Prabowo.

Produksi dan Akses Pembelian

Pengembangan motor listrik dalam negeri tidak hanya dikaitkan dengan kapasitas produksi. Pemerintah juga menyiapkan langkah untuk memperluas akses masyarakat dalam membeli kendaraan listrik.

Prabowo mengatakan pemerintah akan mengupayakan bunga cicilan yang lebih rendah untuk motor listrik. Pemerintah juga ingin mendorong pembelian tanpa uang muka atau DP.

Fokus MolinasInformasi yang Disampaikan
Produksi IndikaTelah mencapai 20.000 motor listrik.
Target kunjungan PrabowoProduksi 200.000 unit dan 2 juta unit.
PembiayaanBunga cicilan akan diupayakan lebih rendah dan tanpa DP.
Efisiensi penggunaanPenghematan harian disebut minimal 50 persen hingga 70 persen.

“Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP,” kata Prabowo dalam sambutan peluncuran Molinas pada 13 Agustus 2026.

Rencana pembiayaan itu diarahkan untuk mengurangi hambatan biaya bagi calon pengguna. Pemerintah juga menyiapkan skema tukar tambah bagi masyarakat yang masih menggunakan motor berbahan bakar bensin.

Penghematan Biaya Harian

Menurut perhitungan pemerintah, motor listrik dapat menekan pengeluaran harian dibandingkan motor berbahan bakar minyak. Penghematan yang disebutkan berada pada level minimal 50 persen dan berpotensi mencapai 70 persen.

Informasi ini menempatkan biaya penggunaan sebagai salah satu pertimbangan dalam program Molinas. Selain harga awal pembelian, pengeluaran setelah kendaraan digunakan juga menjadi alasan pemerintah mendorong peralihan kendaraan.

Skema tukar tambah dirancang sebagai pilihan bagi pemilik motor bensin yang hendak berpindah ke kendaraan listrik. Rencana tersebut melengkapi kebijakan pembiayaan yang sedang diupayakan pemerintah.

Bagian dari Kemandirian Energi

Prabowo meluncurkan Molinas beserta ekosistem pendukungnya dengan menekankan arti program bagi kemandirian energi nasional. Peluncuran itu juga disebutnya sebagai contoh “Indonesia Incorporated”.

Istilah tersebut merujuk pada kerja sama antara BUMN, pihak swasta, dan dunia akademis. Kolaborasi itu diposisikan untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik secara lebih luas.

Menurut laporan Kompas.com, produksi 20.000 unit motor listrik oleh Grup Indika menjadi salah satu contoh perkembangan industri yang disorot dalam acara tersebut. Prabowo menggunakan capaian itu untuk menekankan pentingnya peningkatan skala produksi nasional.

Peluncuran Molinas dihadiri CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani serta Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Jajaran TNI-Polri, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan sejumlah pengusaha turut hadir.

Molinas menggabungkan dorongan produksi, pembiayaan, dan opsi peralihan dari motor bensin dalam satu agenda. Pemerintah menempatkan ketiga unsur itu sebagai pendukung perluasan penggunaan motor listrik di masyarakat.

Baca Juga