Produk Lokal Didorong Kuasai Pasar, UMKM Dapat Voucher hingga Akses Ekspor

Pemerintah mendorong produk buatan dalam negeri agar lebih mudah ditemukan dan dipilih konsumen di tengah persaingan barang impor. Langkah itu dilakukan melalui penguatan ruang bagi produk lokal di platform perdagangan elektronik serta dukungan langsung bagi UMKM.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai kualitas barang menjadi penentu utama agar pelaku usaha kecil dapat bertahan dan berkembang. Produk yang baik berpeluang mendorong pembelian berulang serta memperkuat posisi di pasar domestik.

Struktur impor Indonesia masih didominasi bahan baku dan barang modal dengan porsi sekitar 91%. Sementara itu, barang konsumsi menyumbang sekitar 9% dan menjadi salah satu kategori yang diperhatikan pemerintah dalam kaitannya dengan daya saing UMKM.

Kebijakan impor membagi barang ke dalam kategori bebas diimpor, dilarang, serta diatur atau membutuhkan rekomendasi kementerian teknis. Penetapan kebutuhan impor melibatkan kementerian yang membidangi komoditas untuk menghitung kebutuhan nasional dan kapasitas produksi dalam negeri.

Ruang Lebih Besar bagi Produk Dalam Negeri

Penguatan produk lokal menjadi salah satu bagian implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026. Regulasi ini mendorong platform perdagangan elektronik menyediakan ruang lebih besar agar produk dalam negeri dapat menjangkau konsumen.

Budi menekankan pentingnya transparansi dalam hubungan antara penjual, platform, dan konsumen. Pemerintah tetap menjalankan pengawasan untuk menjaga keseimbangan kepentingan di dalam ekosistem perdagangan digital.

“Pada prinsipnya transparansi itu yang penting,” ujar Budi. Menurutnya, perdagangan digital tidak otomatis menggantikan toko fisik karena banyak pelaku usaha masih memilih pola penjualan hybrid.

Model tersebut menggabungkan kanal daring dan luring dalam satu strategi usaha. Toko fisik tetap dibutuhkan oleh konsumen yang ingin melihat produk secara langsung sebelum membeli.

Voucher dan Pelatihan untuk UMKM

Di sisi lain, UMKM Lokal yang menjual 100% produk dalam negeri berpeluang mendapat voucher Rp500.000 setiap bulan. Shopee Indonesia membagikan sekitar 130.000 voucher per bulan, dengan kuota yang dapat habis dalam hitungan jam.

Nilai dukungan voucher untuk pelaku usaha mencapai sekitar Rp165 miliar sepanjang 2025. Pada semester pertama 2026, nilainya telah menembus lebih dari Rp100 miliar.

DukunganRincianData Pendukung
Voucher usahaRp500.000 per bulan untuk penjual produk lokalSekitar 130.000 voucher per bulan
Pelatihan digitalPemasaran, promosi, iklan, fitur interaktif, dan toko daringLebih dari 350 jam dan sekitar 400 modul
Kanal produk lokalPenjualan produk dalam negeri sejak 2022Sekitar 4 miliar produk terjual

Program Akselerasi Produk Lokal diluncurkan Kemendag bersama Shopee Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Program ini mencakup dukungan efisiensi usaha, promosi, pengelolaan operasional, perluasan pasar, dan perlindungan kekayaan intelektual.

Pelatihan daring gratis telah menjangkau UMKM di 514 kabupaten dan kota. Materi yang tersedia meliputi pemasaran, optimasi iklan, promosi, fitur interaktif, serta pengelolaan toko online.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, menyatakan platform digital dapat membantu penjual mengelola stok, pesanan, promosi, dan jaringan logistik. Dalam skema ekspor tertentu, penjual juga dapat mengatur margin, harga, serta strategi bisnisnya.

Ekspor Menjadi Arah Pengembangan

Selain melalui platform, Kemendag menjalankan UMKM Bisa Ekspor untuk mempertemukan pelaku usaha dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Perwakilan tersebut membantu mencarikan calon pembeli setelah UMKM mempresentasikan produknya.

ProgramPeriodeNilai Transaksi
UMKM Bisa EksporTahun laluUS$134 juta
UMKM Bisa EksporJanuari-Juni 2026US$251 juta

Kemendag juga mengkurasi produk lokal agar UMKM terpilih dapat mengakses pameran perdagangan, termasuk Trade Expo Indonesia. Dukungan pasar domestik, penguatan kanal digital, dan pembukaan jalur ekspor disiapkan untuk memperluas daya jangkau produk dalam negeri.

Baca Juga