Pride Berlin Berakhir Darurat, Tiga Korban Kritis dan Terduga Pelaku Diburu

Perayaan Pride di Berlin berakhir dalam situasi darurat setelah sebuah kendaraan menabrak sejumlah orang di sekitar Taman Tiergarten pada Sabtu malam. Satu orang meninggal dunia, sedangkan 16 lainnya terluka dan tiga di antaranya berada dalam kondisi mengancam jiwa.

Terduga pengemudi masih diburu setelah kendaraan yang diduga digunakan dalam penabrakan ditemukan dalam keadaan ditinggalkan. Penyidik telah mengidentifikasi orang yang dicari, tetapi belum mengumumkan adanya penangkapan.

Polisi Menelusuri Dugaan Latar Belakang

Kepolisian Berlin meyakini terduga pelaku memiliki kaitan dengan “lingkaran Islamis”. Informasi itu masih dalam tahap penyelidikan, sementara aparat belum memaparkan identitas maupun rincian lain mengenai orang tersebut.

Juru Bicara Kepolisian Berlin Florian Nath menyatakan identitas terduga pelaku sudah diketahui penyidik. Pencarian tetap dilakukan untuk menemukan keberadaannya setelah kendaraan jenis minivan atau SUV kecil itu ditemukan kosong.

Operasi melibatkan helikopter serta petugas dari berbagai negara bagian di Jerman. Kamera pencitraan termal turut digunakan dalam penyisiran di sejumlah bagian ibu kota.

Skala pengerahan bertambah setelah penabrakan di tengah kerumunan peserta acara tersebut. Lebih dari 2.000 personel sebenarnya telah disiagakan sebelumnya untuk menjaga jalannya Pride Berlin.

Korban Ditangani di Lokasi

Juru Bicara Pemadam Kebakaran Berlin Dominik Pretz mengonfirmasi bahwa tiga korban luka berada dalam kondisi kritis. Sekitar 30 orang lainnya mendapat bantuan di lokasi akibat syok.

Kategori KorbanJumlah
Meninggal dunia1 orang
Mengalami luka16 orang
Mengancam jiwa3 orang
Mengalami syokSekitar 30 orang

Insiden terjadi sesaat sebelum pukul 22.00 waktu setempat di kawasan taman pusat Berlin. Menurut kepolisian, kendaraan tersebut memasuki area Taman Tiergarten sebelum menabrak sejumlah orang.

Suasana perayaan yang sebelumnya ramai berubah ketika suara sirene kendaraan darurat terdengar. Pengunjung berlarian meninggalkan area taman dan polisi meminta peserta segera membubarkan diri.

Seorang saksi di sekitar panggung utama dekat Gerbang Brandenburg mengatakan kegiatan berhenti secara mendadak. Petugas terus mengarahkan massa pulang ketika orang-orang mulai bergerak keluar dari lokasi.

Kecaman Pemerintah Jerman

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut peristiwa tersebut sebagai “tindakan yang mengerikan”. Ia menyatakan pihak yang bertanggung jawab akan dibawa ke hadapan keadilan dan memantau perkembangan bersama Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt.

Wali Kota Berlin Kai Wegner juga mengecam penabrakan itu dengan keras. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai serangan brutal terhadap pertemuan bagi Berlin yang toleran dan damai.

Peristiwa di Taman Tiergarten kembali mengingatkan pada serangkaian serangan mematikan yang pernah mengguncang Jerman dalam beberapa tahun terakhir. Keamanan nasional dalam acara publik berskala besar kembali menjadi perbincangan setelah insiden ini.

Aparat tetap berfokus mengamankan area, menangani para korban, dan melacak terduga pengemudi. Perayaan yang menjadi salah satu acara Pride terbesar di Eropa itu pun terhenti setelah penabrakan mematikan tersebut.

Baca Juga