Arus informasi dan perkembangan teknologi menjadi tantangan dalam pembentukan karakter generasi muda. Dalam situasi tersebut, Gerakan Pramuka diminta tetap menjaga disiplin, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi tanpa mengabaikan nilai dasar kepanduan. Menurutnya, nilai tersebut tetap dibutuhkan untuk menyiapkan pemuda menghadapi masa depan Indonesia.
Penguatan karakter dipandang tidak cukup dilakukan melalui pelajaran di kelas. Pemuda juga membutuhkan latihan, pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang mendukung pembentukan mental kepemimpinan.
Pramuka sebagai ruang belajar nyata
Erick mendorong Pramuka mengambil peran lebih besar dalam pendidikan generasi muda. Ia menegaskan organisasi kepanduan itu tidak boleh hanya dilihat sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Melalui aktivitas yang dijalankan bersama, anggota Pramuka diharapkan dapat membangun kebiasaan positif. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk belajar bertanggung jawab dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.
“Karakter tidak terbentuk dalam satu hari dan tidak cukup hanya melalui pelajaran di dalam kelas,” ujar Erick. Pernyataan itu menekankan bahwa pembinaan karakter memerlukan proses panjang dan berkelanjutan.
Tiga bekal karakter pemuda
Kemenpora telah menyiapkan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia sebagai arah pembinaan generasi muda. Erick menyebut rancangan itu memuat tiga karakter utama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
| No. | Karakter | Konteks |
|---|---|---|
| 1 | Patriotik | Karakter utama pemuda Indonesia |
| 2 | Gigih | Karakter utama pemuda Indonesia |
| 3 | Berempati | Karakter utama pemuda Indonesia |
Patriotisme, kegigihan, dan empati dipandang sebagai fondasi yang perlu ditanamkan pada pemuda. Nilai tersebut diharapkan tumbuh melalui kegiatan yang memberi kesempatan untuk berlatih dan mengalami langsung berbagai proses bersama.
Pembinaan itu dirancang tidak berhenti di satu jenjang pendidikan. Prosesnya diharapkan dapat berjalan sejak sekolah hingga perguruan tinggi.
Amanat pada Hari Pramuka
Pesan penguatan Pramuka disampaikan Erick ketika membacakan amanat Presiden Prabowo Subianto. Amanat itu dibacakan dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus Jambore Nasional ke-XII.
Kegiatan tersebut berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata atau Buperta Cibubur, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden mengajak anggota Pramuka untuk terus belajar, berlatih, berkarya, dan menjaga persatuan bangsa.
Menurut keterangan resmi yang dilaporkan Kompas.com, Erick menegaskan posisi Pramuka dalam pendidikan generasi muda. “Pramuka harus menjadi bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia,” kata Erick.
Sinergi untuk penguatan pembinaan
Pemerintah mendorong kolaborasi antara Kemenpora, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sinergi itu ditujukan untuk mendukung penguatan peran Pramuka dalam pembinaan generasi muda.
Dukungan lintas kementerian diharapkan membuat kegiatan kepanduan menjadi lebih terhubung dengan proses pendidikan. Pramuka kemudian diharapkan mampu menjadi wadah bagi pemuda untuk membangun karakter dan kemampuan menghadapi tantangan masa depan.
Penekanan pada adaptasi teknologi dan nilai kepanduan menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada keterampilan. Arah tersebut juga menempatkan Pramuka sebagai ruang pembentukan generasi yang disiplin, gigih, dan peduli pada lingkungan sosial.






