Oktober berpotensi menjadi periode yang ramai bagi calon pembeli ponsel kelas atas. Poco F9 Pro, Poco F9 Ultra, dan Vivo X500 mulai meninggalkan jejak di sejumlah basis data sertifikasi, termasuk di Indonesia.
Kemunculan dokumen regulator belum memastikan tanggal penjualan maupun spesifikasi perangkat. Namun, pola tersebut menunjukkan masing-masing merek telah mulai menyiapkan distribusi untuk pasar internasional.
Jejak sertifikasi mengarah ke persiapan global
Dua perangkat Poco telah terdaftar di basis data GSMA IMEI, SDPPI Indonesia, serta IMDA Singapura. Pencatatan itu mengonfirmasi penggunaan nama Poco F9 Pro dan Poco F9 Ultra untuk pasar di luar China.
| Perangkat | Nomor model | Basis data yang memuat |
|---|---|---|
| Poco F9 Pro | 2607APCA5G | GSMA IMEI, SDPPI, IMDA |
| Poco F9 Ultra | 26077PC53G | GSMA IMEI, SDPPI, IMDA |
| Vivo X500 | — | GSMA IMEI, SDPPI |
Menurut Gizmochina, Poco F9 Pro dan Poco F9 Ultra diperkirakan hadir di sejumlah wilayah global. Daftar pasar yang disebut mencakup EEA, Turki, Indonesia, Taiwan, Rusia, dan Jepang.
India disebut berpeluang tidak memperoleh dua model Poco tersebut meski merupakan pasar penting bagi merek itu. Ketersediaan per negara tetap menunggu pengumuman resmi Poco.
Jadwal Poco bisa berubah lebih cepat
Jejak sertifikasi lini F9 muncul lebih awal dibanding generasi sebelumnya. Poco F8 Ultra dan Poco F8 Pro baru tercatat di IMDA dan NBTC Thailand pada Oktober, sebelum diperkenalkan pada November.
Perbedaan pola itu membuka kemungkinan jadwal pengenalan global lini F9 terjadi sekitar Oktober. Perkiraan tersebut belum dikonfirmasi oleh Poco dan masih didasarkan pada rangkaian sertifikasi serta laporan yang beredar.
Duo Poco terbaru ini diperkirakan memakai basis seri Redmi K100 yang lebih dahulu ditujukan untuk China. Seri Redmi tersebut disebut akan membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan diproyeksikan meluncur di China pada Agustus.
Belum ada keterangan mengenai pembeda utama antara varian Pro dan Ultra. Rincian kamera, layar, baterai, serta kapasitas pengisian daya juga belum tercantum dalam dokumen yang ditemukan.
Vivo menyiapkan lebih dari satu varian
Vivo X500 sebelumnya telah muncul di GSMA IMEI sebagai perangkat versi global. Sertifikasi SDPPI di Indonesia kemudian memperkuat indikasi bahwa Vivo sedang membuka jalan pemasaran regional untuk model tersebut.
Selain versi reguler, Vivo X500 Pro Max telah mendapatkan sertifikasi TKDN Indonesia. TKDN mengukur persentase komponen dalam negeri, sedangkan SDPPI menilai kepatuhan perangkat terhadap standar telekomunikasi dan radio.
Dokumen TKDN maupun SDPPI belum mengungkap spesifikasi keluarga Vivo X500. Meski demikian, kemunculan beberapa varian di regulator Indonesia menunjukkan persiapan perangkat tidak hanya berfokus pada pasar China.
Seri Vivo X500 diperkirakan meluncur di China pada September. Peluncuran globalnya disebut berpotensi menyusul sekitar satu bulan kemudian, tetapi Vivo belum mengumumkan jadwal resmi untuk Indonesia maupun pasar internasional.
Calon pembeli masih perlu menunggu kepastian mengenai konfigurasi akhir, negara tujuan, dan waktu penjualan ketiga perangkat tersebut. Dokumen sertifikasi hanya memberi sinyal persiapan, bukan pengganti pengumuman resmi dari Poco dan Vivo.






