Penggunaan V2L pada Chery Tiggo 9 CSH tidak mengharuskan mesin kendaraan menyala. Mobil cukup berada dalam mode siaga agar baterai dapat mengalirkan listrik ke perangkat elektronik eksternal.
Pengguna juga tidak perlu menekan pedal rem untuk mengaktifkan sistem tersebut. Tiggo 9 CSH tidak menggunakan tombol starter konvensional, sehingga prosesnya mengikuti sistem kendaraan yang tersedia.
Pengoperasian dimulai dengan memarkirkan mobil di lokasi yang aman. Adaptor V2L kemudian dihubungkan ke port pengisian daya kendaraan.
Setelah adaptor terpasang, perangkat elektronik dapat dicolokkan ke konektor tersebut. Sistem akan mendeteksi sambungan secara otomatis dan mulai mengalirkan daya dari baterai mobil.
Konektor V2L dilengkapi lampu indikator untuk menunjukkan kondisi penyaluran listrik. Pengguna perlu memperhatikan warna lampu sebelum dan selama perangkat digunakan.
| Warna lampu | Arti status |
|---|---|
| Biru | Konektor dalam kondisi siaga |
| Hijau | Listrik mengalir normal |
| Merah | Terdapat gangguan |
Lampu berwarna merah menunjukkan adanya gangguan pada konektor. Kondisi itu perlu diperhatikan sebelum pemakaian daya dilanjutkan.
Fitur V2L pada Chery Tiggo 9 CSH memiliki daya keluaran hingga 6,6 kW. Angka ini lebih besar daripada keluaran mobil listrik kebanyakan yang berada di kisaran 3,3 kW.
Daya tersebut dapat dipakai untuk menjalankan beberapa peralatan secara bersamaan. Kipas angin, kompor listrik, dan mesin pembuat kopi merupakan contoh perangkat yang dapat memperoleh pasokan listrik.
Televisi, proyektor, serta pengeras suara juga dapat digunakan melalui energi baterai mobil. Kemampuan ini dapat dimanfaatkan saat berkemah, piknik, atau mengadakan acara nonton bersama.
| Komponen | Data |
|---|---|
| Model kendaraan | Chery Tiggo 9 CSH |
| Kapasitas baterai | 34,46 kWh |
| Keluaran V2L | Hingga 6,6 kW |
| Penghentian otomatis | Sisa baterai sekitar 10 persen |
Menurut CNN Indonesia, Tiggo 9 CSH ditopang baterai berkapasitas 34,46 kWh. Baterai tersebut menjadi sumber energi ketika V2L memasok listrik ke perangkat di luar kendaraan.
Pengguna dapat menentukan batas pemakaian daya melalui menu V2L pada head unit. Pengaturan ini membantu mengendalikan penggunaan energi baterai sebelum kapasitasnya turun lebih jauh.
Sistem akan membatasi penyaluran listrik saat sisa daya baterai mencapai sekitar 10 persen. V2L kemudian berhenti secara otomatis sebagai bagian dari pengaman kondisi baterai.
Sebagai mobil plug-in hybrid, mesin kendaraan dapat hidup otomatis untuk mengisi ulang baterai ketika daya menipis. Meski demikian, mekanisme penghentian V2L tetap diterapkan ketika energi dipakai untuk kebutuhan eksternal.
Pengguna perlu memastikan adaptor dan portable charger memakai spesifikasi kabel yang sesuai. Kebutuhan kabel tersebut berkaitan dengan kemampuan V2L menyalurkan daya hingga 6,6 kW.
V2L tidak hanya berperan sebagai soket tambahan pada kendaraan. Penggunaan konektor, perangkat, dan batas daya yang tepat diperlukan agar pasokan listrik dari baterai dapat bekerja sesuai sistem.






