Persib Ganti Era, Bernardo Tavares Jadi Satu-Satunya Pelatih Juara Liga

Pergantian pelatih kepala di Persib Bandung menandai perubahan besar menjelang BRI Super League 2026/2027. Pada saat yang sama, Bernardo Tavares menjadi satu-satunya pelatih peserta yang pernah membawa klub menjuarai liga Indonesia.

Kontras itu membuat pengalaman Tavares bersama Persebaya Surabaya memiliki nilai tersendiri. Pelatih Portugal tersebut pernah mengantar PSM Makassar meraih gelar Liga 1 Indonesia musim 2022/2023.

Persib Menyerahkan Tongkat Kepemimpinan

Bojan Hodak tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala Persib dan kini menjalankan peran penasihat teknik. Hodak sebelumnya disebut membawa Persib meraih tiga gelar juara beruntun hingga musim 2025/2026.

Persib kemudian menunjuk Igor Tolic untuk memimpin tim. Tolic sebelumnya bekerja sebagai asisten pelatih dan akan menjalani musim baru dengan tanggung jawab yang lebih besar.

“Saya akan berusaha maksimal memimpin Persib musim ini,” ujar Igor Tolic. Ia dituntut menjaga tradisi prestasi klub setelah transisi dari staf pendamping ke posisi pelatih kepala.

Keputusan Persib menunjukkan bahwa pengalaman meraih gelar liga Indonesia bukan satu-satunya dasar dalam memilih pelatih. Musim ini juga membuka kesempatan bagi sejumlah figur yang belum memiliki rekam jejak juara di kompetisi domestik.

Tavares Memegang Rekor yang Unik

Di antara 18 juru taktik yang akan bersaing, hanya Tavares memiliki sejarah sebagai juara liga Indonesia. Liputan6 dan OneFootball mencatat pengalaman itu sebagai pembeda utama pelatih Persebaya dibandingkan para pesaingnya.

BRI Super League 2026/2027 dijadwalkan dimulai pada September 2026. Tavares akan membawa status juara tersebut ke dalam tantangan baru bersama Persebaya.

KlubPelatihSituasi Menjelang Musim
Persebaya SurabayaBernardo TavaresSatu-satunya peserta yang pernah juara liga Indonesia
Persib BandungIgor TolicNaik dari asisten menjadi pelatih kepala
Persija JakartaShin Tae-yongBelum pernah juara liga Indonesia

Kesinambungan di Persebaya

Persebaya memilih mempertahankan pelatih lama, sehingga kerja Tavares dapat berlanjut dari fondasi musim sebelumnya. Strategi serupa dilakukan Arema FC, Bali United, PSIM Yogyakarta, Persita Tangerang, Persik Kediri, dan Persijap Jepara.

Mempertahankan pelatih dapat memberi klub kesinambungan dalam persiapan dan pendekatan permainan. Namun, rekam jejak gelar liga Indonesia tetap hanya dimiliki Tavares di antara pelatih peserta musim ini.

Kondisi itu menjadi semakin jelas setelah Stefano Cugurra Teco tidak tampil di kasta tertinggi. Teco, yang pernah meraih tiga gelar liga bersama Persija Jakarta dan Bali United, gagal membawa Barito Putera promosi pada musim 2025/2026.

Komposisi Pelatih Kian Beragam

Shin Tae-yong akan memimpin Persija Jakarta dan menjadi salah satu nama yang menarik perhatian. Ia belum pernah memenangkan liga Indonesia, begitu pula Oscar Bruzon yang dikabarkan bakal menangani Bhayangkara FC.

Bhayangkara FC masih mencari pelatih baru yang kemungkinan berasal dari Spanyol. Situasi tersebut menambah dinamika kepelatihan menjelang dimulainya kompetisi.

Portugal menjadi negara yang paling banyak menyumbang pelatih pada musim ini. Selain Tavares, terdapat Mauro Jeronimo, Ze Gomes, dan Mario Lemos.

Pelatih asal Brasil dan Belanda juga masuk ke dalam persaingan. Keragaman itu akan mempertemukan berbagai pendekatan, sementara Persebaya mengandalkan satu pelatih yang telah membuktikan mampu menjuarai liga Indonesia.

Baca Juga