Hadapi Persija di Laga Awal, Persebaya Jadikan Piala Presiden Ajang Pembentukan Tim

Laga melawan Persija Jakarta akan menjadi ujian pertama Persebaya Surabaya untuk menerapkan gagasan permainan Bernardo Tavares. Pertandingan pembuka itu tidak hanya penting dari sisi hasil, tetapi juga untuk mengukur kesiapan skuad yang masih dibentuk.

Persebaya akan menghadapi Persija di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu, 26 Juli 2026. Duel tersebut menjadi awal perjalanan Bajul Ijo di Grup B Piala Presiden 2026.

Ujian Pertama dalam Grup B

Selain Persija, Persebaya satu grup dengan PSMS Medan dan Port FC. Jadwal yang padat membuat setiap pertandingan memiliki nilai evaluasi yang besar bagi staf pelatih.

Tavares ingin melihat sejauh mana strategi tim dapat bekerja dalam keadaan kompetitif. Turnamen pramusim memberi kesempatan untuk mengasah pola permainan melalui tekanan yang berbeda dibandingkan sesi latihan.

Persebaya masih menjalani proses pembentukan menjelang musim baru. Karena itu, kesiapan pemain dan kekompakan tim menjadi fokus yang tidak kalah penting dari perburuan kemenangan.

Menurut bola.kompas.com, Tavares meminta tim memandang kondisi skuad secara realistis. Sejumlah pemain masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan rekan setim mereka.

Piala Presiden sebagai Ruang Pembenahan

Persebaya tidak menempatkan trofi sebagai satu-satunya tujuan dalam Piala Presiden 2026. Setiap laga akan dipakai untuk membangun fondasi yang lebih kuat sebelum musim baru bergulir.

“Kami ingin memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga harus realistis melihat kondisi tim yang masih dalam proses pembentukan,” kata Bernardo Tavares di Surabaya, Jumat (24/7/2026). Ia menilai perkembangan tim harus terus dijaga sepanjang turnamen.

Perhatian tim pelatih mencakup komunikasi di lapangan dan pemahaman terhadap peran masing-masing pemain. Kedua hal itu penting untuk membentuk kerja sama kolektif yang lebih rapi.

Persebaya juga ingin memperbaiki transisi bertahan serta keseimbangan tim saat kehilangan bola. Pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya menemukan identitas permainan yang diinginkan.

Kesempatan untuk Seluruh Skuad

Aturan delapan pergantian pemain membuka peluang bagi Persebaya untuk mencoba kombinasi yang berbeda. Rotasi akan digunakan untuk menjaga kebugaran sekaligus melihat kesiapan pemain dalam berbagai kebutuhan pertandingan.

Tavares tidak hanya mengandalkan pemain yang telah berpengalaman. Dava Yunna turut dibawa bersama tim utama dan bisa mendapatkan menit bermain jika menunjukkan performa terbaik.

Penilaian tidak akan bergantung pada usia pemain. Persebaya ingin memberi kesempatan kepada siapa pun yang mampu memberikan kontribusi sesuai tuntutan tim.

Pemain anyar yang baru merasakan atmosfer sepak bola Indonesia juga masuk dalam perhatian. Mereka membutuhkan waktu untuk membangun chemistry dan memahami ritme permainan bersama rekan-rekannya.

Perkembangan Jadi Patokan

Hasil pertandingan tetap memiliki arti bagi Persebaya Surabaya, tetapi bukan menjadi satu-satunya patokan. Tim pelatih akan mencermati kemajuan yang muncul dari satu laga ke laga berikutnya.

“Target kami tetap sama, yaitu terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Itulah fokus utama kami selama turnamen ini,” pungkas Tavares. Piala Presiden menjadi tahap penting bagi Persebaya untuk menilai arah pembentukan tim sebelum musim baru.

Baca Juga