Permintaan Maaf Clareesya Berujung pada Sorotan Laporan Dugaan Tindak Pidana Agama

Permintaan maaf Clareesya atas unggahan foto dengan keterangan “Gaya takbir. Love you” muncul setelah kritik berkembang di media sosial. Di tengah klarifikasi tersebut, Polda Metro Jaya menerima laporan dugaan tindak pidana terhadap agama yang diajukan Muhammad Dimas Saputra.

Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/5998/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 13 Agustus 2026. Polda Metro Jaya mengonfirmasi penerimaannya melalui Kabid Humas Kombes Budi Hermanto pada Jumat, 14 Agustus.

“Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan polisi terkait dugaan tindak pidana terhadap agama yang dilaporkan oleh Muhammad Dimas Saputra,” ujar Budi Hermanto. Konfirmasi tersebut menyusul polemik yang berawal dari unggahan vokalis band RoBoKop itu.

Penjelasan yang Disampaikan Clareesya

Clareesya menyampaikan klarifikasi melalui akun Threads. Ia mengatakan foto dan keterangan yang diunggah merupakan ekspresi rasa syukur atas kesempatan tampil di konser besar.

Menurut Clareesya, tampil dalam festival musik berskala besar adalah pencapaian yang sudah lama diimpikannya. Ia menegaskan unggahan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyinggung agama, kepercayaan, atau pihak mana pun.

“Dengan ini saya, Clareesya, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul sehubungan dengan postingan saya di Threads,” tulisnya. Permohonan maaf itu disampaikan setelah unggahan tersebut memantik reaksi dari sejumlah pengguna media sosial.

Clareesya juga menjelaskan bahwa foto tersebut diunggah sebagai ungkapan kebahagiaan pribadi. “Saya ingin meluruskan bahwa postingan tersebut dibuat semata-mata sebagai bentuk rasa syukur dan ungkapan kebahagiaan pribadi karena suatu pencapaian yang sudah lama saya impikan,” lanjutnya.

Waktu Unggahan Menjadi Faktor Penting

Clareesya mengakui unggahan itu terbit saat isu challenge hafalan Al Quran di The Sound Project sedang ramai diperbincangkan. Challenge tersebut berkaitan dengan kesempatan memperoleh minuman keras di booth Newport dalam acara yang sama.

Konteks tersebut membuat unggahan dengan istilah “gaya takbir” memperoleh perhatian lebih besar. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan penggunaan istilah itu dan menyatakan keberatan.

Clareesya menyebut kondisi yang berkembang dapat menyebabkan maksud unggahannya ditafsirkan berbeda. Ia menyatakan tidak memiliki niat menghina, merendahkan, melecehkan, menistakan, ataupun menyinggung agama dan kepercayaan.

“Apabila postingan tersebut menimbulkan penafsiran yang berbeda dan kemudian menimbulkan kegaduhan, saya dengan tulus memohon maaf,” ujarnya. Ia juga berjanji akan lebih berhati-hati agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

Foto Tidak Lagi Terlihat

Foto yang dipersoalkan memperlihatkan Clareesya berlutut sambil mengangkat kedua tangannya. Pose tersebut direkam ketika ia tampil dalam festival musik The Sound Project.

Setelah menerima berbagai respons, unggahan itu tidak lagi tampak di media sosialnya. Penghapusan foto dilakukan bersamaan dengan munculnya pernyataan maaf dari Clareesya melalui Threads.

Langkah menghapus unggahan menjadi respons Clareesya terhadap kritik yang beredar. Namun, penerimaan laporan oleh Polda Metro Jaya menunjukkan polemik tersebut berlanjut dalam jalur hukum.

Kasus ini menempatkan unggahan seorang musisi dalam perhatian publik yang lebih luas karena konteks yang mengitarinya. Perkembangan berikutnya berkaitan dengan laporan yang telah diterima kepolisian, sementara Clareesya telah menyampaikan penjelasan dan permintaan maafnya.

Baca Juga