Kolam deHakims Ditutup Polikarbonat, Cahaya Berkurang demi Lindungi Koi Impor

Kolam karantina deHakims kini menggunakan penutup polikarbonat transparan untuk melindungi belasan koi impor dari kondisi udara dingin dan berembun. Perlindungan itu dirancang untuk mengendalikan penguapan, kondensasi, suhu air, serta pencahayaan selama ikan menjalani adaptasi.

Penutup tersebut memang mengurangi intensitas cahaya hingga 15 persen. Namun, pengelola memasang lampu spektrum penuh Fluval Aquasky agar kebutuhan pencahayaan koi selama masa karantina tetap diperhatikan.

Penutup Dibuat dengan Sistem Engsel

Panel pelindung dibuat mandiri memakai polikarbonat setebal 10 milimeter dan rangka kayu berukuran 1,5 x 1,5 inci. Material itu dipilih untuk membantu menahan laju penguapan air sekaligus menjaga kondisi kolam ketika suhu udara menurun.

Sistem engsel memungkinkan panel dibuka dan ditahan secara manual pada saat cuaca cerah. Penutup juga memiliki lubang yang berfungsi sebagai dudukan alat pemberi pakan otomatis.

Penggunaan material transparan dimaksudkan untuk mengurangi kondensasi atau uap air berlebih di atas permukaan kolam. Persiapan ini dilakukan menjelang rencana pemindahan koi jumbo berikutnya ke kolam utama deHakims.

Perlengkapan KolamFungsi dan Rincian
Penutup kolamPolikarbonat transparan setebal 10 milimeter
Rangka penutupKayu berukuran 1,5 x 1,5 inci
Engsel panelMemudahkan penutup diangkat saat cuaca cerah
Fluval AquaskyPencahayaan tambahan saat cahaya alami berkurang

Lampu Tambahan Menopang Kondisi Koi

Lampu Fluval Aquasky ditempatkan di salah satu sudut kolam karantina. Pencahayaan buatan itu digunakan untuk menggantikan sebagian paparan ultraviolet alami yang berkurang akibat keberadaan panel penutup.

Sistem pencahayaan tersebut juga ditujukan untuk menjaga kecerahan pigmen warna dan kondisi tubuh koi. Perlakuan ini menjadi bagian dari persiapan lingkungan yang lebih terkendali bagi koleksi bernilai tinggi.

Parameter Air Menjadi Fokus Bersamaan

Perlindungan fisik kolam berjalan bersama pengaturan kualitas air secara berkala. Pengelola mengganti 20 hingga 25 persen air kolam, lalu menambahkan cairan pond detox untuk menetralkan kandungan zat yang dianggap berbahaya.

Pond detox tidak langsung menyebar merata karena memerlukan beberapa hari untuk bekerja di seluruh ekosistem kolam. Suhu air juga dipantau secara bertahap dari 15,1 derajat Celsius menuju 18 derajat Celsius.

Kenaikan suhu perlahan diterapkan agar metabolisme dan daya tahan tubuh ikan tidak terganggu stres. Blitarkawentar.jawapos.com mencatat pemantauan parameter air secara disiplin menjadi standar pengelolaan koi jumbo di fasilitas itu.

Parameter PerawatanPenerapan
Pergantian air20 hingga 25 persen secara berkala
Penetralan airPenambahan cairan pond detox
Suhu awal kolam15,1 derajat Celsius
Tujuan pengaturan suhu18 derajat Celsius secara bertahap

Koi Baru Menjalani Karantina Awal

Belasan koi baru dari mitra penyedia Oakley atau Oki tiba menggunakan kendaraan roda empat. Sebelum dilepas, kantong berisi ikan diapungkan selama 20 menit untuk menyamakan suhu air pengiriman dengan kolam karantina.

Setelahnya, setiap koi diperiksa dalam bowl untuk pencatatan varietas dan asal penangkar. Koleksinya meliputi Shinoda Doitsu Sanke, Showa, Goromo Kohaku, Asagi, Kujaku, Ginrin Matsuba, hingga Atsuga Hi Utsuri.

Daftar koleksi juga mencakup Tanaka Doitsu Shusui, Tanco Ginrin Chagoi, Fuji Ginrin Ochiba, Otsuka Shiromuji, Chagoi, Hosokai Tanco, serta Hosokai Ochiba. Doitsu Shusui dan Tanco Ginrin disebut akan menjadi daya tarik di fasilitas pameran.

Irfan Hakim mengapresiasi Oki sebagai penyedia spesimen berkualitas dari penangkar terkemuka Jepang. Koi tambahan masih dipersiapkan untuk datang setelah menjalani isolasi lanjutan.

Baca Juga