Pentagon membantah tuduhan bahwa kondisi di atas USS Abraham Lincoln telah mengalami kerusakan serius selama penugasan panjang di Timur Tengah. Namun, bantahan itu berhadapan dengan desakan anggota Kongres yang meminta penjelasan lebih rinci mengenai situasi awak kapal.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut pemberitaan terkait kondisi personel di kapal sebagai sesuatu yang “sama sekali disalahartikan.” Pernyataan tersebut muncul ketika keluarga prajurit melaporkan kekhawatiran mengenai fasilitas hidup, pasokan logistik, dan tekanan psikologis awak.
Perdebatan Berlangsung di Tengah Operasi Iran
USS Abraham Lincoln menjalankan penugasan untuk mendukung operasi militer yang berkaitan dengan konflik Iran. Kehadiran kapal induk di Timur Tengah dipandang pemerintahan Amerika Serikat sebagai bagian penting dari strategi kesiapan militer di kawasan.
Donald Trump menegaskan pandangan tersebut saat ditanya apakah sekitar delapan setengah bulan pelayaran kapal telah berlebihan. “Tidak, tidak, tidak. Sama sekali belum cukup lama,” ujar Trump kepada wartawan sebelum berangkat ke New York.
Trump juga mengatakan USS Abraham Lincoln sedang bergerak atau akan segera bergerak. Ia menyebut kapal lain yang sejenis akan menggantikannya, yang menunjukkan rencana mempertahankan penyiagaan kelompok tempur kapal induk.
Posisi pemerintah itu berseberangan dengan kekhawatiran sejumlah legislator Partai Demokrat. Mereka mempertanyakan dampak operasi berkelanjutan terhadap kemampuan personel untuk tetap menjalankan tugas dengan kondisi fisik dan mental yang terjaga.
Lebih dari 200 Hari Tanpa Singgah
Richard Blumenthal, anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat dari Partai Demokrat, mencatat USS Abraham Lincoln telah berlayar lebih dari 200 hari tanpa berlabuh di pelabuhan. Durasi tersebut disebut sebagai rekor baru dalam operasional modern Angkatan Laut Amerika Serikat.
Secara keseluruhan, kapal itu dilaporkan telah berada di laut lebih dari 260 hari. Perbedaan angka tersebut menggambarkan bahwa masa penugasan total dan durasi pelayaran tanpa singgah merupakan dua ukuran yang sama-sama menjadi sorotan.
| Aspek Operasi | Data |
|---|---|
| Kapal induk | USS Abraham Lincoln |
| Personel di kapal | Sekitar 5.000 personel Angkatan Laut dan Marinir |
| Pelayaran tanpa pelabuhan | Lebih dari 200 hari |
| Keberangkatan awal | San Diego, sejak November |
Kapal induk itu membawa sekitar 5.000 personel Angkatan Laut dan Marinir Amerika Serikat. USS Abraham Lincoln berangkat dari San Diego sejak November, lalu rutenya dialihkan menuju Timur Tengah.
Legislator Menyoroti Fasilitas dan Pasokan
Menurut Suara.com, sejumlah legislator Demokrat meminta penjelasan pemerintah setelah menerima keluhan dari keluarga prajurit. Keluhan tersebut berkaitan dengan fasilitas hidup yang disebut memburuk serta krisis pasokan logistik selama penugasan berlangsung.
Para pengkritik menilai kebutuhan operasi militer tidak seharusnya mengabaikan kondisi hidup awak kapal. Mereka memperingatkan bahwa tekanan berkepanjangan dapat menjadi persoalan bagi armada yang dituntut menjaga kesiapan tempur tinggi tanpa jeda.
Pentagon mempertahankan penilaiannya bahwa laporan mengenai kondisi serius di kapal tidak tepat. Akan tetapi, protes terkait kesejahteraan awak USS Abraham Lincoln diperkirakan tetap menjadi perhatian Kongres selama ketegangan dengan Iran berlanjut.






