Penghormatan Maroko untuk Trump di Jalur 1.055 Km yang Membelah Isu Sahara Barat

Maroko memberi penghormatan kepada Donald Trump melalui nama sebuah jalan raya sepanjang 1.055 kilometer. Jalan bernama President Donald J. Trump itu menghubungkan Tiznit dengan Dakhla, kota yang berada di Sahara Barat.

Pilihan rute membuat penghormatan tersebut memiliki arti diplomatik yang kuat. Sahara Barat masih disengketakan, sehingga penamaan jalan itu dibaca dalam konteks hubungan Maroko dengan Amerika Serikat.

Trump mengungkapkan apresiasinya dalam unggahan Truth Social pada Minggu. Ia membagikan video jalan raya yang memuat namanya dan menyebut penghormatan itu sebagai kehormatan besar.

“Terima kasih kepada yang terhormat Raja Maroko Mohammed VI. Ini suatu kehormatan besar,” tulis Trump. Ia juga berharap dapat melewati seluruh jalur itu pada suatu hari nanti.

Nama Jalan dan Pesan Diplomatik

DataRincian
Nama resmiPresident Donald J. Trump
Panjang jalan1.055 kilometer
Titik ruteTiznit–Dakhla
Arti strategisMenghubungkan jalur ke Sahara Barat

Penamaan itu muncul setelah hubungan Rabat dan Washington menguat dalam beberapa tahun terakhir. Titik pentingnya terjadi pada Desember 2020 ketika Trump menandatangani proklamasi pengakuan kedaulatan Maroko atas Sahara Barat.

Keputusan tersebut diumumkan setelah Maroko menyepakati normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Dukungan Amerika Serikat dipandang penting bagi Maroko untuk memperkuat posisinya dalam sengketa wilayah.

Maroko menawarkan otonomi luas bagi Sahara Barat, tetapi tetap menempatkan wilayah tersebut di bawah kedaulatannya. Posisi ini terus dipertahankan Rabat dalam pembahasan diplomatik internasional.

Di pihak lain, Front Polisario menuntut referendum penentuan nasib sendiri bagi penduduk Sahara Barat. Gerakan politik dan militer itu memperoleh dukungan dari Aljazair.

Sengketa Belum Berakhir

Perbedaan antara tawaran otonomi dan referendum menjadi inti sengketa yang belum menemukan jalan keluar final. Ketegangan kepentingan itu menjadikan Sahara Barat isu penting bagi Afrika Utara dan sejumlah negara di luar kawasan.

Pada Oktober lalu, utusan khusus AS Steve Witkoff menyatakan timnya sedang berupaya memediasi Maroko dan Aljazair. Upaya tersebut menunjukkan adanya dorongan untuk mencari penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini mengadopsi resolusi yang didukung Amerika Serikat. Resolusi itu mendukung proposal otonomi yang diajukan Maroko.

Dukungan tersebut tidak mengakhiri perbedaan pandangan dengan Front Polisario. Status Sahara Barat tetap menjadi pokok perdebatan antara pihak-pihak yang berkepentingan.

Hubungan Maroko dan Amerika Serikat sendiri memiliki sejarah panjang. Kedua negara terikat perjanjian persahabatan tanpa putus sejak 1786, yang disebut sebagai hubungan diplomatik tertua dalam sejarah AS.

Dengan latar itu, pemasangan nama Trump pada jalan Tiznit–Dakhla tidak hanya mencatat hubungan bilateral. Jalan sepanjang 1.055 kilometer tersebut juga menjadi penanda politik di wilayah yang masih menunggu penyelesaian diplomatik.

Baca Juga