Basa-basi dapat berkembang menjadi percakapan yang lebih hangat jika dilakukan secara tulus, saling terhubung, dan memiliki topik. Tiga unsur itu dirangkum dalam pendekatan A.C.T, yaitu authenticity, connection, dan topic.
Pendekatan tersebut tidak menjadikan obrolan sebagai sekadar rangkaian pertanyaan. Tujuannya adalah membuka ruang agar dua orang dapat saling mengenal melalui komunikasi yang lebih alami.
Makna Tiga Unsur A.C.T
| Unsur | Arti | Fungsi dalam percakapan |
|---|---|---|
| Authenticity | Ada keaslian | Membuat obrolan terasa tulus |
| Connection | Ada koneksi | Menghubungkan respons dengan cerita lawan bicara |
| Topic | Ada topik | Memberi arah pembahasan |
Authenticity atau keaslian berarti percakapan tidak dilakukan dengan cara yang dibuat-buat. Sikap ini dapat membuat pertanyaan dan respons terdengar lebih wajar.
Connection menuntut adanya keterhubungan antara respons dengan minat atau jawaban lawan bicara. Dengan begitu, pembicaraan tidak berpindah secara tiba-tiba tanpa memperhatikan cerita yang sudah dibagikan.
Adapun topic memberi bahan agar obrolan tidak berhenti setelah salam atau sapaan pertama. Topik yang tepat juga dapat membantu kedua pihak menemukan hal yang dapat dibicarakan bersama.
Dari Sapaan Singkat ke Percakapan Dua Arah
Pertanyaan seperti “apa kabar?” umum dipakai ketika bertemu teman atau berkenalan dengan seseorang. Sapaan itu dapat menjadi awal yang baik, tetapi jawabannya tidak selalu perlu dibiarkan berhenti singkat.
Seseorang dapat melanjutkannya dengan pertanyaan yang menanggapi jawaban sebelumnya. Peneliti di Harvard menganalisis lebih dari 300 percakapan daring dan menemukan bahwa pertanyaan lanjutan yang bermakna berkaitan dengan penilaian yang lebih positif terhadap lawan bicara.
Pertanyaan lanjutan menunjukkan perhatian terhadap informasi yang telah disampaikan. Hal ini membedakannya dari pembuka umum yang bisa diajukan tanpa mengetahui cerita orang lain.
Beberapa pertanyaan terbuka dapat digunakan sesuai keadaan, seperti menanyakan kondisi pikiran seseorang atau hal yang sedang dinantikan dalam minggu berjalan. Pertanyaan tentang figur publik atau artis yang disukai juga dapat dipakai selama tetap sesuai situasi.
Setelah lawan bicara bercerita, percakapan tidak harus terus berpusat pada satu pihak. Berbagi pengalaman menarik atau kabar gembira dapat menjaga komunikasi tetap seimbang.
Fungsi Sosial Basa-Basi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, basa-basi berarti adat sopan santun atau tata krama pergaulan. Istilah ini juga merujuk pada ungkapan kesantunan yang bukan terutama dipakai untuk menyampaikan informasi.
Basa-basi sering dipandang sebagai obrolan ringan yang tidak penting. Padahal, istilah tersebut disebut berasal dari singkatan “bahas sana, bahas sini” dan dapat berperan sebagai jalan awal menuju topik yang lebih utama.
Dalam pergaulan maupun tempat kerja, obrolan pembuka dapat membantu mencairkan suasana. Perhatian pada respons sekitar membuat percakapan memiliki peluang lebih besar untuk berlanjut secara bermakna.
Karena itu, basa-basi tidak semata berfungsi mengisi keheningan. Sapaan yang tulus, respons yang terkait, dan topik yang tepat dapat membuka komunikasi yang lebih baik antarindividu.






