Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 jembatan hingga akhir 2026 dengan memanfaatkan anggaran hasil penghematan. Target itu menjadi bagian dari penggunaan dana yang disebut mencapai lebih dari Rp300 triliun.
Selain konektivitas, dana tersebut juga akan diarahkan ke Makan Bergizi Gratis dan renovasi sekolah. Pemerintah menargetkan perbaikan lebih dari 67.000 sekolah sampai akhir tahun.
Target Infrastruktur dan Pendidikan
Program Pembangunan Jembatan memiliki target paling jelas dari sisi jumlah dan waktu penyelesaian. Pemerintah menyebut 5.000 unit jembatan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Di sektor pendidikan, Presiden Prabowo Subianto menyoroti banyak bangunan sekolah yang kondisinya rusak. Ia menyatakan sebagian sekolah belum memperoleh perbaikan selama sekian belas tahun.
Target Perbaikan Sekolah akan diperluas menjadi lebih dari 100.000 sekolah pada 2027. Prabowo telah menginstruksikan peningkatan target tersebut setelah program perbaikan tahun ini berjalan.
| Bidang | Target atau Pemanfaatan | Periode |
|---|---|---|
| Makan Bergizi Gratis | Dibiayai dari anggaran penghematan | Tidak dirinci |
| Jembatan | 5.000 unit | Akhir 2026 |
| Sekolah | Lebih dari 67.000 sekolah | Sampai akhir tahun |
| Sekolah lanjutan | Lebih dari 100.000 sekolah | 2027 |
Prabowo menegaskan kondisi sekolah yang rusak menjadi alasan percepatan renovasi. “Sekolah-sekolah roboh, roboh! Sampai akhir tahun kita sudah akan memperbaiki 67.000 lebih sekolah,” kata Prabowo.
Penghematan Berasal dari Pembenahan Pengadaan
Anggaran untuk program tersebut disebut berasal dari langkah pemerintah menghentikan praktik mark-up dalam belanja barang dan jasa. Prabowo menyampaikan hasil penghematan dalam beberapa bulan pertama pemerintahannya telah melampaui Rp300 triliun.
Menurutnya, penggelembungan harga pada pengadaan pemerintah selama ini dapat terjadi dalam skala sangat tinggi. Ia menilai praktik itu telah menjadi pengetahuan umum di tengah masyarakat.
Prabowo menyampaikan sikap pemerintah itu dalam acara Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026). Ia mengatakan pembenahan tersebut diperlukan untuk menutup berbagai bentuk akal-akalan dalam belanja negara.
“Saya mau tutup ini akal-akalan dari banyak pihak. Ya, kita harus introspeksi,” ujar Prabowo. Pernyataan itu merujuk pada perlunya perbaikan tata kelola pengadaan pemerintah.
Dana Hemat untuk Kebutuhan Prioritas
CNBC Indonesia melaporkan Prabowo menempatkan penghentian mark-up sebagai bagian dari upaya Efisiensi Anggaran. Dana yang dihemat tidak disebut sebagai pengurangan program, melainkan dialihkan untuk kebutuhan pembangunan yang telah ditetapkan.
Program Makan Bergizi Gratis termasuk dalam daftar penerima pembiayaan dari hasil penghematan tersebut. Namun, pemerintah tidak merinci nilai alokasi untuk program itu maupun pembagian dana bagi proyek jembatan dan sekolah.
Dengan target yang telah diumumkan, pembenahan belanja negara dikaitkan langsung dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendidikan. Pemerintah masih akan mengejar target perbaikan sekolah yang lebih besar pada 2027.






