Bukan Motor, Pembatasan Pertalite Diarahkan ke Pengguna Kaya dan Kendaraan Tertentu

Pembatasan subsidi Pertalite yang sedang dibahas pemerintah diarahkan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan atas, bukan kepada seluruh pemilik kendaraan. Pengguna sepeda motor tetap dapat membeli Pertalite tanpa perubahan ketentuan yang disebutkan saat ini.

Potensi pembatasan menyasar masyarakat pada desil 9 dan desil 10. Kelompok tersebut dapat tidak lagi diperbolehkan membeli BBM bersubsidi apabila kebijakan mulai diterapkan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan langkah tersebut masih berada dalam tahap pembahasan. Pemerintah belum memberlakukan aturan baru dan menyebut pelaksanaannya dapat dilakukan bertahap dalam beberapa bulan mendatang.

“Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10,” kata Purbaya setelah rapat koordinasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Menurutnya, pengurangan subsidi perlu dilakukan gradual agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

Motor Masih Membeli Pertalite Seperti Biasa

Bahlil menegaskan kendaraan roda dua tidak masuk dalam sasaran pembatasan yang dibahas pemerintah. “Nggak, sepeda motor nggak dibatasi kok. Berarti nggak ada perubahan untuk sepeda motor,” katanya seperti dikutip oto.detik.com.

Pengguna motor tidak diwajibkan mendaftar program Subsidi Tepat untuk membeli Pertalite. Mereka juga tidak diwajibkan memiliki QR Code saat melakukan pembelian.

Ketentuan itu penting karena mekanisme pembelian untuk mobil berbeda. Kendaraan roda empat yang ingin membeli Pertalite diwajibkan terdaftar di Subsidi Tepat dan menunjukkan QR Code.

PenggunaSubsidi TepatQR Code
Sepeda motorTidak wajibTidak wajib
Kendaraan roda empatWajibWajib

Mobil Mewah Disebut Tidak Layak Menerima Subsidi

Bahlil menyampaikan bahwa pembatasan tidak dimaksudkan untuk menutup akses seluruh pengguna kendaraan terhadap Pertalite. Kebijakan itu ditujukan kepada kendaraan dan pengguna yang dinilai tidak semestinya memperoleh manfaat subsidi.

Ia menggunakan BMW dan Mercedes-Benz sebagai contoh mobil mewah yang seharusnya tidak memakai BBM subsidi. “Jangan pakai BMW pakai Mercy masa pakai minyak subsidi,” ujar Bahlil.

Pernyataan tersebut memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap penggunaan subsidi oleh pemilik kendaraan bernilai tinggi. Meski demikian, belum ada penjelasan rinci mengenai daftar jenis kendaraan yang nantinya akan dibatasi.

Fokus pada Ketepatan Penyaluran

Purbaya menilai penyaluran BBM subsidi seperti Pertalite belum sepenuhnya menjangkau kelompok yang semestinya menerima manfaat. Pembatasan bagi kalangan atas dipertimbangkan sebagai cara mengurangi subsidi secara bertahap.

Rencana ini masih memerlukan kelanjutan pembahasan sebelum diterapkan. Pemilik mobil perlu mengikuti perkembangan aturan, sedangkan pengguna motor tetap dapat membeli Pertalite berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, pembeda utama dalam skema yang disebut pemerintah bukan sekadar jumlah roda kendaraan. Status ekonomi pengguna, jenis kendaraan, serta kepatuhan terhadap mekanisme Subsidi Tepat menjadi bagian dari arah pengaturan yang tengah disiapkan.

Baca Juga