Pemain sayap akan menjadi salah satu pusat kreativitas dalam permainan Timnas Jerman di bawah Juergen Klopp. Pelatih berusia 59 tahun itu juga menyiapkan tekanan tinggi untuk menciptakan peluang melalui perebutan bola dan serangan balik.
Taruhan tersebut hadir di tengah upaya Jerman memulihkan daya saingnya pada turnamen besar. Die Mannschaft disebut mengalami periode sulit setelah hasil buruk dalam tiga Piala Dunia beruntun sejak 2018.
Klopp melihat perkembangan sepak bola modern membuat banyak playmaker beroperasi dari sisi lapangan. Karena itu, ia memastikan Jerman akan memasukkan pemain sayap ke dalam rancangan dasarnya.
“Kami juga akan bermain dengan sayap. Para playmaker generasi sekarang berada di sayap,” ujar Klopp. Pemain di area lebar diharapkan dapat memberi kreativitas sekaligus mendukung perubahan tempo serangan.
Serangan Balik dari Tekanan Kolektif
Klopp ingin gegenpressing menjadi ciri yang mudah dikenali dari Jerman. Sistem ini mengandalkan tekanan intensif untuk mendapatkan kembali bola, lalu mengubah momen tersebut menjadi serangan cepat.
Serangan balik akan menempati peran sentral dalam pendekatan itu. Namun, Klopp menekankan bahwa permainan cepat tersebut memerlukan formasi stabil dan filosofi yang dipahami semua pemain.
“Counter-attack akan menjadi isu kunci, formasi yang stabil, filosofi sepakbola yang jelas. Dengan semua ketidakpastian, kami tidak akan bermain man-marking,” kata Klopp kepada Bild, seperti dikutip sport.detik.com.
| Elemen | Penerapan dalam Rencana Klopp |
|---|---|
| Tekanan tinggi | Merebut bola untuk memulai serangan cepat |
| Serangan balik | Menjadi isu kunci permainan |
| Pemain sayap | Menjadi sumber kreativitas |
| Garis pertahanan | Menggunakan empat pemain bertahan |
Klopp memilih untuk tidak memakai man-marking, meski sistem itu digunakan oleh tim terbaik di Jerman. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa ia lebih mengutamakan struktur kolektif yang konsisten daripada penjagaan satu lawan satu.
Dalam gambaran dasar susunan tim, Klopp akan memakai empat pemain bertahan. Ia menilai tim yang memenangi turnamen bermain dengan struktur empat bek.
Pembenahan dalam Kontrak Empat Tahun
Timnas Jerman mengumumkan penunjukan Klopp sebagai pelatih baru pada Jumat (24/7/2026). Kontrak empat tahun memberinya waktu untuk membangun permainan sekaligus memperkuat kembali karakter kompetitif Die Mannschaft.
Tugas itu tidak ringan karena ekspektasi terhadap Jerman selalu tinggi pada ajang besar. Proyek Klopp diarahkan bukan hanya pada hasil, tetapi juga pada terbentuknya gaya permainan yang membuat pendukung menikmati penampilan tim nasional.
Pengalaman Klopp bersama Borussia Dortmund dan Liverpool menjadi gambaran dari sepak bola yang ingin dibawanya. Ketika menangani Liverpool pada 2015-2024, permainan menekan dan serangan balik menjadi bagian dari gaya tim yang atraktif serta menghasilkan prestasi.
Seleksi Pemain Sesuai Filosofi
Penerapan tekanan tinggi akan memengaruhi cara Klopp memetakan skuad. Ia membutuhkan pemain yang sanggup bekerja keras dalam dua fase, baik ketika menyerang maupun saat merebut kembali bola.
Pemain muda yang cocok dengan kebutuhan tersebut berpeluang mendapatkan kesempatan. Regenerasi dapat berjalan, tetapi pemahaman terhadap struktur tim tetap menjadi syarat utama.
Klopp menegaskan bahwa ia ingin membangun sepak bola yang dapat dinikmati semua pihak. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak selalu dapat diraih dalam waktu singkat.
“Saya ingin sekali bekerja dengan pemain yang mau bermain sepakbola yang dapat dinikmati semua orang. Kesuksesan tidak selalu datang dengan cepat – kita tahu itu,” kata Klopp. Dengan fondasi sayap, tekanan tinggi, dan empat bek, Jerman kini memasuki tahap baru untuk mencari kembali identitasnya.






