PC Global Melemah, Kelangkaan Memori Mengancam Harga Laptop pada 2027

Pasar PC global kembali menghadapi tekanan ketika pengapalan turun, sementara harga perangkat justru berpotensi naik akibat kelangkaan cip memori. Kondisi ini dapat membuat konsumen membayar lebih mahal untuk laptop pada saat minat penggantian perangkat belum sepenuhnya pulih.

IDC mencatat pengapalan komputer pribadi dunia pada kuartal II-2026 mencapai 68,2 juta unit, turun 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut mengakhiri pertumbuhan pasar yang sebelumnya berlangsung selama sembilan kuartal berturut-turut.

Masalah utama datang dari pasokan memori global yang terbatas di tengah percepatan pengembangan teknologi AI. Kelangkaan komponen itu menaikkan biaya produksi dan mengubah strategi produsen dalam menetapkan harga jual PC maupun laptop.

Jitesh Ubrani, Research Director Perangkat Konsumen IDC, menilai penurunan volume tidak serta-merta berarti pendapatan vendor ikut merosot. “Volume pengiriman menurun, namun pendapatan justru meningkat karena para vendor menerapkan kenaikan harga lebih cepat daripada laju penurunan permintaan,” ujarnya seperti dikutip CNBC Indonesia.

Kenaikan Harga Berisiko Menahan Pembelian

Produsen mulai mempersiapkan kenaikan harga jual perangkat pada 2027 karena biaya memori belum menunjukkan tanda akan segera turun. IDC memperkirakan gangguan pasokan cip memori dapat bertahan hingga awal 2028.

Situasi tersebut menempatkan penjual dan distributor dalam posisi sulit karena perangkat bernilai tinggi berisiko lebih lama tersimpan di gudang. Risiko inventaris meningkat terutama pada segmen komputer dengan harga lebih mahal ketika daya beli konsumen melemah.

Tekanan pasar juga dipengaruhi kondisi makroekonomi dan siklus pemajuan inventaris. IDC memperingatkan kedua faktor itu berpotensi memicu perlambatan pertumbuhan pasar yang lebih tajam pada paruh kedua 2026.

AI di Perangkat Belum Menjadi Penyelamat

Minat terhadap pemrosesan AI langsung di perangkat memang tumbuh ketika biaya komputasi awan meningkat. Namun, IDC menilai lonjakan biaya memori dapat memperlambat siklus pembaruan PC secara lebih luas.

Konsumen dan perusahaan berpeluang menunda penggantian komputer walaupun perangkat baru menawarkan kemampuan AI. Pasar pun menghadapi dua tekanan sekaligus, yakni harga perangkat yang meningkat dan permintaan yang tidak cukup kuat.

Ketidakpastian geopolitik turut memperumit pengelolaan rantai pasokan global. Vendor, distributor, dan pedagang laptop perlu lebih berhati-hati dalam merencanakan pembelian komponen serta mengatur persediaan.

Apple dan Asus Tumbuh di Tengah Pelemahan

Di antara lima produsen PC terbesar, hanya Apple dan Asus yang membukukan pertumbuhan pengapalan tahunan pada kuartal II-2026. Lenovo, HP Inc., dan Dell Technologies justru mengalami penurunan volume dibandingkan kuartal II-2025.

PerusahaanPengapalan Q2-2026Pangsa PasarPertumbuhan Tahunan
Lenovo16,6 juta24,4%-2,1%
HP Inc.13,0 juta19,1%-9,0%
Dell Technologies9,3 juta13,6%-5,0%
Apple6,7 juta9,9%10,1%
Asus5,0 juta7,4%0,2%
Lainnya17,5 juta25,7%-10,5%
Total68,2 juta100,0%-4,9%

Apple mencatat pertumbuhan pengapalan tertinggi sebesar 10,1%, sedangkan Asus naik tipis 0,2%. Kelompok produsen lain mengalami penurunan paling dalam, yakni 10,5% secara tahunan.

Kelangkaan memori juga memperkuat posisi produsen berskala besar yang memiliki daya beli tinggi dan jaringan pasokan lebih luas. Menurut Jean Philippe Bouchard, Vice President Perangkat Konsumen IDC, kemampuan mengelola rantai pasokan kini semakin menentukan daya saing industri PC.

Apple, Dell, Lenovo, HP, dan pemain besar lain memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan komponen dibandingkan pesaing kecil. Konsolidasi pasar dapat berlanjut apabila keterbatasan pasokan memori membuat biaya pengadaan semakin sulit dijangkau oleh produsen skala lebih kecil.

Baca Juga