Paus Sperma Bisa Tidur Tegak Tanpa Berenang, Gelembung Udara Menahan Tubuhnya

Paus sperma ternyata dapat beristirahat dalam posisi tegak di bawah permukaan laut tanpa terus bergerak naik atau tenggelam. Keseimbangan yang tampak tidak lazim itu dijaga melalui pelepasan gelembung udara secara berkala.

Rekaman suara menunjukkan gelembung muncul pada sekitar 92 persen sesi tidur yang dipantau peneliti. Dalam satu sesi, seekor paus bahkan tercatat melepaskan gelembung hingga 36 kali untuk menjaga posisinya.

Gelembung Menjadi Pengatur Daya Apung

Pelepasan udara melalui lubang pernapasan membantu paus mengurangi daya apung yang berlebihan ketika tubuhnya diam di air. Dengan pengaturan tersebut, paus dapat mencapai kondisi daya apung netral dan tampak menggantung tanpa gerakan ekor yang besar.

Kondisi netral ini penting karena kepala paus sperma mengandung minyak spermaceti. Bagian kepala itu cenderung lebih ringan sehingga dapat mendorong tubuh paus ke arah permukaan seperti gabus.

Udara di paru-paru juga memengaruhi kemampuan paus mempertahankan posisi istirahat. Ketika paus berada di kedalaman yang lebih dangkal, udara dalam tubuhnya memuai dan menambah dorongan ke atas.

Karena itu, paus yang beristirahat dekat permukaan perlu membuang udara lebih sering. Pelepasan gelembung menjadi cara alami untuk menyesuaikan tubuh terhadap perubahan tekanan air dan volume udara di paru-paru.

Kondisi IstirahatRata-rata GelembungFaktor Utama
Dekat permukaan11 kali per sesiUdara lebih mudah memuai
Naik dari kedalaman besar3-4 kali per sesiUdara sebelumnya tertekan
Satu sesi yang diamati36 kaliPengaturan daya apung lebih besar

Pola Beristirahat Tidak Selalu Sama

Paus sperma tidak tidur panjang seperti manusia karena masa istirahatnya berlangsung sekitar 6 hingga 31 menit. Selama periode itu, tubuhnya dapat berada tegak lurus dengan kepala mengarah ke atas.

Peneliti mencatat tiga pola saat paus memasuki fase istirahat tersebut. Paus dapat menurunkan ekor lebih dulu, menyelam sebentar lalu memutar kepala ke atas, atau melambat saat kembali dari penyelaman dalam.

Pola saat kembali dari kedalaman besar membuat paus membutuhkan lebih sedikit gelembung. Tekanan air pada kedalaman sebelumnya telah memadatkan udara di dalam tubuh, sehingga dorongan ke atas tidak sebesar ketika paus berada dekat permukaan.

Perbedaan kebutuhan itu menunjukkan bahwa pelepasan gelembung bukan tindakan yang terjadi secara acak. Paus menyesuaikannya dengan kondisi fisik tubuh dan lokasi sebelum memasuki waktu istirahat.

Data Dikumpulkan Selama Lebih dari 14 Tahun

Temuan ini diperoleh dari pengamatan terhadap pergerakan dan suara 42 paus sperma di perairan Norwegia. Para ilmuwan memasang pelacak pada hewan-hewan tersebut dan mengumpulkan data selama lebih dari 14 tahun.

Menurut laporan CNBC Indonesia, tim dari Universitas St Andrews menemukan suara gelembung dalam hampir seluruh sesi tidur yang terekam. Rekaman itu memperkuat dugaan bahwa pengeluaran udara merupakan bagian rutin dari perilaku istirahat paus sperma.

Pengamatan tersebut menjelaskan mengapa paus berukuran besar mampu diam tegak di laut tanpa terlihat berupaya keras untuk berenang. Perilaku ini memperlihatkan bagaimana paus sperma memanfaatkan udara dalam tubuh dan tekanan air untuk menjaga keseimbangan saat beristirahat.

Baca Juga