Pau Cubarsí menempatkan dirinya dalam jalur yang jarang dilalui pemain bertahan setelah Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Pada usia 19 tahun, ia menjadi starter dalam seluruh delapan laga dan membantu La Roja hanya kebobolan sekali selama kompetisi.
Catatan itu membawa nama Cubarsí ke pembahasan Ballon d’Or 2026. Tantangannya besar karena penghargaan individu tersebut lebih sering didominasi pemain dengan catatan gol yang tinggi.
Bek terakhir yang memenangi Ballon d’Or adalah Fabio Cannavaro pada 2006. Cannavaro meraihnya setelah menjadi kapten dan pilar pertahanan Italia ketika menjuarai Piala Dunia pada tahun yang sama.
France Football mencatat Cannavaro sebagai satu-satunya bek pemenang penghargaan tersebut pada abad ke-21. Cubarsí belum memiliki kepastian untuk mengulang capaian itu, tetapi gelar dunia dan peran sentralnya memberi dasar yang kuat untuk bersaing.
Starter dalam Delapan Pertandingan
Spanyol menutup turnamen dengan kemenangan 1-0 atas Argentina melalui perpanjangan waktu pada final. Cubarsí kembali dipercaya sejak menit awal, menegaskan statusnya sebagai bagian penting dari struktur permainan tim juara.
La Roja mencatat tujuh pertandingan tanpa kebobolan sebelum final. Satu-satunya gol yang masuk ke gawang Spanyol terjadi saat mereka menang 2-1 atas Belgia pada perempat final.
Aymeric Laporte menjadi pasangan Cubarsí di pusat pertahanan. Duet tersebut memberi kestabilan bagi Spanyol, baik ketika menghadapi tekanan lawan maupun saat memulai penguasaan bola dari belakang.
Cubarsí juga dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026. Ia menjadi bek pertama yang memperoleh penghargaan itu sejak kategori resminya diperkenalkan pada 2006.
| Pemain | Catatan Utama | Penghargaan |
|---|---|---|
| Pau Cubarsí | Starter 8 laga, 566 operan sebelum final | Pemain Muda Terbaik |
| Rodri | Pengendali permainan Spanyol | Bola Emas Piala Dunia |
| Lionel Messi | 8 gol dan 4 umpan gol | Bola Perak |
| Kylian Mbappé | 10 gol | Sepatu Emas |
Bukan Sekadar Penjaga Lini Belakang
Peran Cubarsí meluas hingga fase membangun serangan. Ia menjaga bola dalam situasi tekanan dan mengalirkannya secara progresif untuk membantu Spanyol mengontrol permainan.
FIFA mencatat pemain Barcelona itu telah membuat 566 operan menjelang laga final. Di antara pemain Spanyol, hanya Rodri dan Laporte yang mencatat jumlah operan lebih tinggi.
Menurut catatan FIFA yang dikutip Beritasatu.com, Cubarsí menghasilkan umpan terobosan terbanyak dibandingkan seluruh pemain di Piala Dunia 2026. Data tersebut menunjukkan kontribusinya pada serangan tanpa mengurangi peran utama sebagai bek tengah.
Pencapaian itu membuat profil Cubarsí berbeda dari bek yang hanya mengandalkan duel fisik. Ia menjadi penghubung antara pertahanan dan lini depan dalam sistem permainan Spanyol.
Rival dengan Statistik Lebih Mencolok
Mbappé membawa argumentasi kuat melalui 10 gol dan Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Ia juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 22 gol.
Messi tetap menjadi pesaing penting setelah mencetak delapan gol dan memberi empat umpan gol untuk Argentina pada usia 39 tahun. Perjalanannya menuju final berakhir dengan penghargaan Bola Perak.
Rodri berpotensi menjadi pesaing paling dekat bagi Cubarsí dari kubu Spanyol setelah menerima Bola Emas Piala Dunia. Lamine Yamal juga memiliki modal dari perannya dalam skuad juara, sementara Harry Kane membuat enam gol saat Inggris menempati posisi ketiga.
Cubarsí termasuk satu dari lima pemain remaja dalam sejarah yang pernah menjuarai Piala Dunia. Kombinasi usia muda, gelar Pemain Muda Terbaik, dan pertahanan Spanyol yang rapat membuatnya tidak dapat dipandang sebagai kandidat pelengkap dalam persaingan Ballon d’Or 2026.






