Pasokan utama listrik di Flores telah normal menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, pemulihan bagi pelanggan belum tuntas karena 29 desa masih menghadapi gangguan akibat akses yang terbatas.
Kontras antara sistem utama yang telah pulih dan desa yang belum terjangkau menunjukkan tantangan pemulihan pascabencana. Jaringan distribusi di wilayah terdampak gempa dan longsor menjadi pekerjaan utama yang masih harus diselesaikan PLN.
Pasokan Tersedia, Penyaluran Masih Diperbaiki
Seluruh 11 gardu induk yang terdampak telah dipulihkan sehingga pasokan utama kelistrikan Flores kembali tersedia. Tahap berikutnya adalah menghubungkan kembali pasokan tersebut ke pelanggan melalui jaringan distribusi yang aman.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan kondisi pasokan utama Flores sudah normal. “Saat ini fokus kami adalah memastikan listrik dapat kembali sampai ke masyarakat di seluruh titik yang masih terdampak,” ujar Darmawan.
PLN memperbaiki dan mengganti infrastruktur yang mengalami kerusakan, termasuk tiang serta jaringan distribusi. Penanganan dilakukan secara bertahap karena tiap lokasi memiliki kondisi medan dan tingkat kerusakan yang berbeda.
| Indikator | Jumlah | Status | Hambatan |
|---|---|---|---|
| Gardu induk terdampak | 11 unit | Telah dipulihkan | Pasokan utama normal |
| Desa di Flores | 1.557 desa | 29 desa belum pulih | Akses dan isolasi wilayah |
Jalur menuju Lokasi Menentukan Kecepatan Pemulihan
Gangguan yang tersisa berada di titik yang sulit diakses akibat dampak gempa dan longsor. Personel harus lebih dahulu mencari rute terbaik sebelum mengangkut peralatan maupun material perbaikan.
Beberapa dusun dan titik pelanggan belum dapat dinormalkan karena petugas tidak bisa masuk dengan mudah. Keterbatasan akses membuat pekerjaan lapangan harus terus menyesuaikan perubahan kondisi di lokasi.
Kecepatan bukan satu-satunya pertimbangan dalam pemulihan jaringan. Setiap bagian yang akan dinyalakan perlu diperiksa lebih dahulu agar tidak menimbulkan risiko bagi warga dan petugas.
“Dalam kondisi seperti ini, kami harus bergerak cepat, tetapi tidak boleh mengabaikan keselamatan,” tutur Darmawan. PLN menerapkan penyalaan bertahap sesuai keadaan yang dihadapi di lapangan.
Personel Tetap Siaga
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono menyatakan sebagian titik membutuhkan penggantian infrastruktur. PLN juga mengoordinasikan pembukaan jalur dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta pihak terkait.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk menjangkau kawasan yang masih terisolasi dan mempercepat pemulihan Kelistrikan Flores. Dukungan lintas lembaga menjadi penting ketika pengerjaan berlangsung di tengah kondisi pascabencana.
Sebagian besar jaringan distribusi telah kembali beroperasi hingga Minggu malam (16/8), sebagaimana dilaporkan Medcom. PLN tetap menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi gempa susulan maupun gangguan lanjutan.
Masyarakat di lokasi yang belum pulih diminta memahami bahwa pekerjaan dapat membutuhkan waktu lebih lama. PLN menyatakan keselamatan tetap menjadi prioritas hingga seluruh pelanggan kembali memperoleh pasokan listrik.






