Paparan panas berulang dapat membuat rambut rontok beberapa minggu setelah seseorang sering berada di bawah suhu tinggi. Jeda waktu ini membuat perubahan pada rambut kerap tidak langsung dikaitkan dengan cuaca terik.
Sinar matahari, udara panas, keringat, dan kelembapan dapat memberi tekanan pada kulit kepala serta batang rambut. Risiko dapat meningkat apabila rambut sudah kering, rapuh, atau sering terkena bahan yang mengiritasi.
Perhatikan kondisi kulit kepala lebih dahulu
Dokter kulit sekaligus ahli bedah MOHS Michelle Henry menyatakan bahwa kelembapan dan penumpukan keringat dapat menyumbat folikel rambut. Kondisi itu dapat memicu iritasi, lalu berpotensi menyebabkan kerusakan dan kerontokan.
Gatal atau peradangan pada kulit kepala tidak sebaiknya diabaikan, terutama jika terjadi bersamaan dengan rambut yang makin banyak lepas. Keluhan tersebut dapat menjadi alasan untuk mempertimbangkan pemeriksaan ke dokter kulit.
Konsultasi juga diperlukan apabila kerontokan tidak membaik setelah perawatan dilakukan atau berlangsung lebih dari beberapa bulan. Pemeriksaan membantu mencari pemicu yang mungkin tidak hanya berhubungan dengan cuaca panas.
Kebiasaan yang dapat membatasi kerusakan
Menjaga hidrasi tubuh menjadi langkah dasar ketika suhu udara sangat tinggi. Rambut dan kulit kepala juga perlu dilindungi dari paparan lingkungan saat aktivitas luar ruangan meningkat.
Mengenakan topi dapat membantu membatasi dampak sinar matahari dan udara panas pada rambut. Penggunaan alat penata rambut dengan suhu tinggi sebaiknya dikurangi ketika helai rambut terasa kering atau rentan patah.
Produk pelindung panas dapat digunakan sebelum memakai alat penata rambut. Sampo dan kondisioner yang lembut tanpa pewangi, pewarna, dan sulfat juga disarankan Dr. Camp untuk mengurangi potensi iritasi.
Rambut dapat dibasahi sebelum berenang agar tidak menyerap terlalu banyak klorin. Langkah ini relevan karena klorin dan air garam dapat membuat batang rambut lebih rapuh.
Alat pijat kulit kepala dapat dimasukkan ke dalam rutinitas perawatan. Minoxidil oles juga dapat membantu merangsang pertumbuhan rambut, tetapi perlu digunakan setidaknya tiga hingga empat bulan sebelum menghadapi suhu yang sangat panas.
Cuaca panas bukan satu-satunya penyebab
Kerontokan rambut atau alopesia dapat terjadi saat siklus pertumbuhan normal terganggu. Dokter kulit Brendan Camp menyebut masalah ini bisa muncul secara perlahan maupun mendadak.
| Jenis alopesia | Faktor terkait | Pola yang dapat terlihat |
|---|---|---|
| Alopesia androgenetik | Hormon dan genetik | Penipisan bertahap, khususnya di bagian atas kepala pada wanita |
| Telogen effluvium | Kehamilan, menopause, masalah tiroid, atau stres berkepanjangan | Kerontokan yang dipengaruhi kondisi tertentu |
Alopesia androgenetik merupakan kasus yang paling sering dijumpai dan memengaruhi puluhan juta orang, menurut American Academy of Dermatology. Pada wanita, penipisan dapat lebih tampak di bagian atas kulit kepala tanpa selalu memengaruhi garis rambut.
Penuaan, perubahan hormon, kekurangan nutrisi, kondisi medis, kehamilan, pengobatan, dan stres besar juga dapat berkaitan dengan penipisan rambut. Karena itu, penilaian terhadap pola kerontokan diperlukan agar penyebabnya tidak disederhanakan hanya sebagai dampak panas.
Kerontokan terkait panas cenderung sementara
Kerontokan yang dipicu kondisi panas biasanya berbeda dari penipisan progresif akibat faktor hormonal atau genetik. Rambut pada kasus terkait panas umumnya dapat tumbuh kembali dalam hitungan bulan.
Perawatan yang konsisten dan perhatian pada kesehatan kulit kepala dapat membantu mengurangi risiko rambut makin rapuh. Bila pola kerontokan berubah atau keluhan menetap, pemeriksaan medis menjadi langkah yang lebih tepat untuk menentukan penanganannya.






