Pangsa pasar Daihatsu di Cirebon telah mencapai kisaran 20 persen hingga Juni 2026, di tengah pertumbuhan pasar otomotif Ciayumajakuning sekitar 6 persen pada semester pertama. Angka tersebut menguat setelah pangsa pasar Daihatsu Cirebon disebut terus meningkat selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024.
Penjualan Daihatsu di wilayah tersebut tumbuh sekitar 16 persen pada enam bulan pertama 2026. Laju itu lebih tinggi daripada pertumbuhan pasar regional dan menjadi dasar optimisme perusahaan untuk mengejar hasil akhir tahun sebelumnya.
Segmen Penumpang Masih Menjadi Andalan
Kelompok X-TAS yang terdiri atas Xenia, Terios, Ayla, dan Sigra masih menopang pasar kendaraan penumpang Daihatsu. Model-model tersebut tetap memiliki peminat meski pilihan kendaraan listrik dan hybrid bertambah ramai.
Branch Manager Astra Daihatsu Cirebon Tuparev, Rindi Kusumah, menilai loyalitas konsumen terbentuk dari pertimbangan harga, efisiensi, dan manfaat kendaraan. Ia juga menyebut Daihatsu menjadi pemegang pangsa pasar nomor dua penjualan ritel di Indonesia selama 17 tahun berturut-turut.
Daihatsu turut memperluas pilihan elektrifikasi melalui Rocky Hybrid yang dipasarkan di Indonesia sebagai kendaraan Japan Domestic Market atau JDM. Harga On The Road Rocky Hybrid di Cirebon sekitar Rp303,5 juta.
Model hybrid itu pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada GIIAS 2025, lalu tersedia di Cirebon pada pertengahan semester pertama 2026. Rindi menilai respons konsumen cukup positif karena pembeli mempertimbangkan efisiensi bahan bakar dan harga beli yang tetap masuk akal.
Kontribusi Besar dari Kebutuhan MBG
Pertumbuhan penjualan pada semester pertama juga ditopang kebutuhan kendaraan untuk operasional program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Segmen yang berkaitan dengan kebutuhan dapur program itu memberikan kontribusi sekitar 30 persen.
Kendaraan niaga digunakan untuk mendukung operasional dapur, sedangkan model penumpang membantu kebutuhan penunjang program. Rindi menyatakan kontribusi ini membuat kondisi penjualan semester pertama masih menyerupai semester kedua tahun sebelumnya.
| Model Daihatsu | Jenis | Kebutuhan |
|---|---|---|
| Gran Max Pick Up | Niaga | Operasional dapur MBG |
| Gran Max Blind Van | Niaga | Operasional dapur MBG |
| Sigra | Penumpang | Penunjang kebutuhan program |
| Terios | Penumpang | Penunjang kebutuhan program |
Rindi menyampaikan perkembangan tersebut kepada kabarcirebon.pikiran-rakyat.com pada 12 Agustus 2026. Pasar otomotif kemudian sempat mengalami perlambatan saat memasuki Juli.
Perlambatan itu berkaitan dengan penyesuaian kebutuhan dapur MBG dan momentum tahun ajaran baru yang membuat masyarakat mengatur kembali pengeluaran. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi penjualan kendaraan pada awal semester kedua.
UMKM Dipandang Menjadi Peluang Berikutnya
Daihatsu Cirebon melihat sektor ekonomi kerakyatan dan UMKM sebagai peluang untuk mempertahankan permintaan hingga akhir tahun. Pelaku usaha diperkirakan dapat membutuhkan armada baru untuk menambah kendaraan operasional atau mengganti unit lama.
Kebutuhan kendaraan niaga dari pelaku usaha dapat melengkapi penjualan dari segmen penumpang dan program MBG. Dengan kombinasi tersebut, Astra Daihatsu Cirebon Tuparev menargetkan setidaknya mampu menyamai pencapaian penjualan pada akhir tahun sebelumnya.






