Kabel Palapa Ring Terganggu di Laut Dalam, 286 Titik Internet Disiapkan Menopang 3 Kepulauan

Sebanyak 286 titik akses internet di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Siau Tagulandang Biaro disiapkan untuk menopang komunikasi masyarakat selama perbaikan kabel laut Palapa Ring Tengah. BAKTI Komdigi mengoptimalkan jaringan berbasis SATRIA 1 karena pekerjaan restorasi berpotensi memengaruhi layanan di tiga wilayah kepulauan tersebut.

Gangguan berada pada sebagian serat optik di segmen Melonguane–Morotai, bukan putus total jaringan. Langkah perbaikan dini ditempuh agar anomali itu tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih luas pada jalur telekomunikasi.

Internet Satelit Diperkuat di Lokasi Publik

Titik akses yang dioptimalkan tersebar di fasilitas publik, termasuk kantor pemerintah, sekolah, puskesmas atau rumah sakit, serta sarana pertahanan dan keamanan. Kapasitas bandwidth pada tiap lokasi akan disesuaikan menjadi 50 Mbps, 100 Mbps, atau 150 Mbps sesuai kebutuhan.

WilayahLokasi UtamaTitik Dioptimalkan
Kepulauan SangiheTahuna106 titik
Kepulauan SitaroOndong Siau48 titik
Kepulauan TalaudMelonguane132 titik

Penguatan melalui SATRIA 1 diarahkan untuk menjaga akses komunikasi digital warga selama proses teknis berlangsung. Tim juga akan memantau pengalaman pengguna secara berkala, terutama pada masa pengerjaan yang diperkirakan paling rentan terhadap gangguan layanan.

Kerusakan Berada di Kedalaman 3.400 Meter

Lokasi anomali terdeteksi sekitar 95 kilometer dari Terminal Station Morotai, pada kedalaman kurang lebih 3.400 meter. Kondisi laut dalam itu membuat perbaikan memerlukan kapal khusus untuk peletakan dan penyambungan kabel optik.

BAKTI Komdigi mencatat anomali jalur kabel muncul setelah aktivitas tektonik di kawasan tersebut. Salah satu peristiwa yang tercatat ialah gempa bermagnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026, yang kemudian diikuti beberapa gempa kuat di segmen Melonguane–Morotai.

Wilayah yang menjadi perhatian langsung meliputi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro. Tahuna, Melonguane, serta Ondong Siau menjadi titik utama dalam skema mitigasi layanan.

Kapal Dijadwalkan Berlayar dari Bitung

Kapal perbaikan dijadwalkan bergerak dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026 setelah dokumen administrasi dan izin pelayaran selesai. Masa kritis pemutusan layanan dalam pengerjaan teknis diperkirakan berlangsung sekitar 12 hari.

Restorasi dibahas bersama Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, BAKTI Komdigi, Balai Monitoring Spektrum Frekuensi, PT Len Telekomunikasi Indonesia, PT Surveyor Indonesia, dan penyelenggara telekomunikasi. Koordinasi mencakup teknis pelaksanaan, administrasi, mitigasi layanan, operasional, hingga komunikasi publik.

Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi Darien Aldiano menyampaikan permohonan maaf kepada warga di tiga kepulauan yang berpotensi terdampak. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat terdampak di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro,” katanya seperti dikutip teknologi.bisnis.com.

BAKTI menyatakan seluruh tim lapangan dikerahkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital tersebut. Penanganan ini diarahkan untuk mempertahankan kualitas konektivitas masyarakat kepulauan selama kabel Palapa Ring Tengah menjalani restorasi.

Baca Juga