Ombak besar menenggelamkan sebuah feri transportasi publik di Danau Karibia pada Sabtu (15/8) waktu setempat. Kecelakaan di perairan perbatasan Zimbabwe dan Zambia itu telah menewaskan 72 orang.
Petugas masih mencari penumpang lain yang belum ditemukan setelah kapal tenggelam. Proses identifikasi jenazah juga terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Korban Bertambah dalam Operasi Pencarian
Jumlah korban meninggal pada awalnya dilaporkan mencapai 68 orang pada hari kecelakaan. Polisi kemudian menaikkan jumlah itu menjadi 72 orang setelah menemukan jasad tambahan.
Pembaruan terbaru mencatat penemuan 25 jenazah dari feri yang tenggelam. Polisi juga melaporkan tiga jasad kembali ditemukan pada larut malam 15 Agustus 2026.
Dalam pernyataan Sabtu malam yang dikutip AFP, polisi menyatakan jumlah korban tewas kapal RIDA di Kariba telah mencapai 72 orang. Pihak kepolisian belum menghentikan upaya pencarian bagi penumpang yang belum terdata.
Feri Diduga Berlayar Melebihi Kapasitas
Besarnya jumlah penumpang menjadi perhatian setelah kecelakaan ini. Pejabat setempat menyebut kapasitas feri hanya mencapai hingga 90 orang, sedangkan kapal membawa 114 penumpang dewasa dan lima kru.
Jumlah tersebut belum memasukkan anak-anak yang turut berada di dalam kapal. Karena itu, total pasti orang di feri saat diterjang ombak besar belum diumumkan oleh pihak berwenang.
| Rincian | Data | Keterangan |
|---|---|---|
| Kapasitas feri | Hingga 90 orang | Menurut pejabat setempat |
| Penumpang dewasa | 114 orang | Belum termasuk anak-anak |
| Kru kapal | 5 orang | Berada saat kecelakaan |
| Korban meninggal | 72 orang | Data terbaru polisi |
Selisih antara kapasitas dan jumlah penumpang memperkuat perhatian terhadap dugaan kelebihan muatan kapal. Namun, penyebab dan rincian lengkap terkait kondisi feri saat berlayar belum dijabarkan lebih lanjut.
Jalur Air bagi Warga Desa dan Pedagang Ikan
Danau Karibia merupakan kawasan perairan yang menghubungkan wilayah Zimbabwe dan Zambia. Feri tersebut digunakan sebagai transportasi publik bagi masyarakat yang tinggal di sekitar danau.
Mayoritas penumpang disebut berasal dari desa-desa setempat dan bekerja sebagai pedagang ikan. Tenggelamnya feri meninggalkan duka besar bagi komunitas yang bergantung pada mobilitas serta aktivitas ekonomi perairan itu.
Menurut CNN Indonesia, pencarian terus diarahkan untuk menemukan penumpang yang belum ditemukan. Otoritas juga masih mencocokkan identitas korban agar jumlah serta nasib seluruh orang di kapal dapat dipastikan.
Kecelakaan feri Zimbabwe ini menjadi pengingat atas risiko perjalanan air bagi warga yang menggunakan jalur danau sebagai akses harian. Hingga kini, fokus utama petugas tetap pada pencarian korban dan identifikasi jenazah yang telah ditemukan.






