Oli Mesin Dapat Turun Sebelum Jadwal Ganti, Kebiasaan di Jalan Ini Pemicunya

Kualitas oli mesin dapat menurun sebelum jadwal penggantian berdasarkan kilometer tercapai. Pemicu utamanya bukan hanya jarak perjalanan, melainkan juga kemacetan, suhu lingkungan tinggi, dan kebiasaan menggunakan RPM tinggi.

Kondisi itu perlu diperhatikan terutama oleh pemilik mobil yang setiap hari berkendara di jalan padat. Mesin tetap bekerja pada temperatur tinggi walaupun kendaraan lebih banyak berhenti atau bergerak lambat.

Macet Membuat Durasi Kerja Mesin Bertambah

Situasi stop-and-go membuat mobil berulang kali berhenti lalu kembali melaju pada kecepatan rendah. Selama mesin tetap menyala, oli terus menjalankan fungsi pelumasan meski pertambahan jarak tempuh tidak besar.

Karena alasan tersebut, angka pada odometer tidak selalu menggambarkan seluruh beban yang telah diterima oli. Durasi penggunaan dan karakter perjalanan harian ikut menentukan kapan kualitas oli mulai berkurang.

Penggunaan oli yang sudah melewati masa pakai dapat mengurangi perlindungan bagi komponen mesin. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko keausan pada komponen yang membutuhkan pelumasan optimal.

Kebiasaan atau KondisiBeban pada MesinRisiko terhadap Oli
Stop-and-go di kemacetanMesin tetap bekerja dalam waktu lama pada kecepatan rendah.Kualitas oli dapat turun lebih cepat.
Paparan suhu lingkungan tinggiTemperatur kerja mesin meningkat.Oksidasi oli bertambah cepat.
Menggunakan RPM tinggiTekanan dan suhu mesin lebih besar.Penguapan serta penurunan viskositas berpotensi lebih cepat.

Oksidasi Mengurangi Kemampuan Pelumasan

Suhu lingkungan yang tinggi berpengaruh langsung terhadap temperatur kerja mesin. Ketika temperatur meningkat, proses oksidasi pada oli dapat berlangsung lebih cepat.

Senior Analyst PCO & Specialties Pertamina Lubricants, Mulianto, mengatakan, “Suhu lingkungan yang tinggi membuat temperatur kerja mesin ikut meningkat. Akibatnya, oli lebih cepat teroksidasi sehingga kemampuan melumasi dan melindungi komponen mesin menurun.”

Oksidasi membuat kemampuan oli dalam melumasi serta melindungi komponen tidak lagi maksimal. Bila oli terus digunakan saat kemampuannya telah menurun, perlindungan terhadap mesin dapat berkurang.

Jangan Menekan Biaya dengan Menunda Ganti Oli

Menunda penggantian oli untuk menghemat biaya perawatan bukan langkah yang disarankan pada pemakaian kendaraan yang berat. Kondisi operasional kendaraan perlu diperhatikan bersama dengan jadwal penggantian berbasis kilometer.

Pemilik mobil juga perlu menghindari kebiasaan menggeber kendaraan pada putaran mesin tinggi. RPM tinggi membuat oli bekerja lebih keras untuk melumasi komponen dan membantu menjaga temperatur mesin.

Dalam kondisi tersebut, oksidasi serta penguapan oli dapat meningkat. Viskositas oli juga berpotensi menurun lebih awal, sehingga kemampuan pelumasannya tidak lagi berada pada kondisi optimal.

Sesuaikan Pemeriksaan dengan Pola Berkendara

Pemeriksaan kondisi oli penting bagi kendaraan yang rutin menghadapi kemacetan. Penilaian masa pakai perlu mempertimbangkan kombinasi jarak tempuh, lama pemakaian, suhu kerja mesin, dan pola perjalanan harian.

Langkah itu membantu menjaga komponen mesin tetap memperoleh pelumasan yang memadai. Perawatan yang menyesuaikan kondisi penggunaan juga dapat menghindarkan kendaraan dari risiko keausan akibat oli yang digunakan terlalu lama.

Baca Juga