NATO akan memperkuat kehadirannya di Estonia, negara yang berada dekat dengan Rusia, melalui tambahan pasukan Inggris dan drone jarak jauh. Jumlah personel di negara Baltik itu ditargetkan mendekati 1.200 orang pada 2027.
Rencana ini muncul di tengah perhatian Rusia terhadap peningkatan aktivitas dan pengerahan kekuatan NATO di kawasan sekitar perbatasan baratnya. Penguatan di Estonia akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari dukungan logistik hingga latihan militer.
Rusia Menyoroti Aktivitas NATO
Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia berulang kali menyoroti penambahan kekuatan militer NATO di wilayah dekat perbatasannya. Estonia menjadi salah satu lokasi yang diperhatikan karena posisinya di Eropa Timur dan kedekatannya dengan wilayah Rusia.
Kremlin menyatakan Rusia tidak mengancam negara mana pun. Namun, Rusia juga menyatakan tidak akan mengabaikan tindakan yang dipandang berpotensi membahayakan kepentingan nasionalnya.
Dalam konteks tersebut, penguatan pasukan NATO di Estonia mencakup unsur personel, peralatan, amunisi, dan pesawat nirawak. Inggris memegang peran utama dalam rencana penempatan baru tersebut.
Pasukan Bertambah pada 2027
Inggris akan menambah sekitar 300 personel militer ke Estonia pada 2027. Tambahan ini akan membuat jumlah keseluruhan pasukan NATO yang ditempatkan di negara tersebut mencapai hampir 1.200 orang.
Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur mengatakan tambahan personel itu dijadwalkan tiba pada musim semi tahun depan. Ia menyampaikan informasi tersebut kepada penyiar publik Estonia, ERR.
“Musim semi tahun depan kami akan menerima tambahan personel militer dari Inggris, sehingga total jumlah personel akan mencapai hampir 1.200 orang,” ujar Pevkur. VIVA.co.id mengutip pernyataan tersebut dari laporan Sputnik.
| Tahap | Waktu | Pelaksanaan |
|---|---|---|
| Dukungan awal | 2026 | Pengiriman peralatan dan amunisi pasukan Inggris |
| Penambahan kekuatan | 2027 | Kedatangan sekitar 300 personel Inggris |
| Latihan | 2027 | Latihan dengan Brigade Keempat Angkatan Bersenjata Inggris |
Drone Jarak Jauh Belum Dirinci
Pasukan Inggris yang akan bertugas di Estonia juga akan membawa drone jarak jauh. Kehadiran pesawat nirawak itu disebut sebagai bagian dari penugasan baru yang menyertai peningkatan kekuatan NATO.
Informasi yang tersedia belum menjelaskan jenis maupun jumlah drone yang akan dibawa. Rincian mengenai peran dan jadwal pengirimannya juga belum diungkapkan.
Sebelum tambahan personel tiba, peralatan dan amunisi untuk pasukan Inggris akan mulai dikirim pada 2026. Setelah itu, latihan militer dengan keterlibatan Brigade Keempat Angkatan Bersenjata Inggris dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Susunan tahapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan di Estonia tidak dilakukan sekaligus. Pengiriman logistik, kedatangan personel, penggunaan drone jarak jauh, dan latihan menjadi bagian dari perkembangan penempatan NATO di kawasan tersebut.






