MotoGP Siapkan Era Baru, Seri Eropa Bisa Berkurang demi Destinasi Dunia

MotoGP membuka peluang bagi lebih banyak kota dunia untuk menjadi tuan rumah Grand Prix. Langkah itu dapat mengurangi jumlah seri di Eropa yang selama ini mendominasi kalender kejuaraan.

Adelaide di Australia menjadi salah satu proyek yang sudah disebut dalam arah baru tersebut. Kota ini dijadwalkan masuk kalender pada 2027 sebagai bagian dari perluasan jangkauan MotoGP.

Lebih Dekat dengan Kota dan Bandara

Penyelenggara ingin memilih lokasi balapan yang lebih dekat dengan kota besar dan bandara utama. Pertimbangan itu diharapkan memudahkan akses penonton sekaligus memanfaatkan infrastruktur pariwisata yang tersedia.

Keberadaan layanan pendukung yang baik juga dipandang penting untuk pengembangan sebuah Grand Prix. Karena itu, pemilihan tuan rumah tidak hanya bertumpu pada tradisi balap, tetapi juga aksesibilitas lokasi.

Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, mengatakan pihaknya telah menerima minat dari kota-kota di berbagai belahan dunia. Ia tidak merinci nama kota yang menghubungi MotoGP selain proyek Adelaide.

“Ada ribuan kota, jadi saya tidak bisa berbicara atas nama semuanya, tapi ya, kami telah dihubungi oleh kota-kota dari seluruh dunia,” ucap Ezpeleta. Minat ini memberi MotoGP pilihan lebih banyak ketika menyusun agenda balap berikutnya.

Komposisi Kalender Akan Berbalik

Arah ekspansi tersebut tampak dari proyeksi komposisi kalender tahun depan. Balapan di luar Eropa diperkirakan berjumlah 13 seri, sedangkan Eropa akan memiliki sembilan seri.

PeriodeSeri EropaSeri Luar Eropa
Tahun ini148
Tahun depan913
Target jangka dekatSekitar 50%Sekitar 50%

Situasi ini berbanding terbalik dengan kalender tahun ini yang memuat 14 balapan di Eropa dan delapan di luar Eropa. MotoGP menargetkan pembagian jangka dekat sekitar 50 persen untuk masing-masing wilayah.

Ezpeleta menyebut dominasi Spanyol dan Eropa Tengah menjadi alasan utama perlunya perubahan. Menurutnya, kalender perlu ditata agar jangkauan kejuaraan lebih merata secara geografis.

“Saya yakin tujuan jangka pendeknya adalah mencari cara untuk menyeimbangkannya: kami terlalu banyak hadir di Spanyol dan Eropa Tengah, jadi keputusan ini cukup jelas,” ujar Ezpeleta dalam pernyataan yang dikutip oto.detik.com dari GPOne. Keseimbangan itu menjadi dasar pengembangan Kalender MotoGP pada masa mendatang.

Ada Seri yang Berpotensi Keluar

Peluang masuknya destinasi baru juga membawa konsekuensi bagi seri yang sudah ada. MotoGP menyatakan beberapa balapan harus dikeluarkan karena konsentrasi seri di wilayah tertentu dinilai berlebihan.

“Destinasi baru akan masuk, dan ada beberapa yang harus dikeluarkan hanya karena kami terlalu terkonsentrasi di wilayah tersebut,” kata Ezpeleta. Ia belum mengungkap seri Eropa mana yang dapat terdampak oleh penyesuaian tersebut.

Tradisi Tidak Ditinggalkan

Pengurangan dominasi Eropa tidak berarti seluruh seri bersejarah akan disingkirkan. MotoGP tetap ingin mempertahankan ajang besar yang memiliki sejarah panjang dan basis penonton kuat.

Proyek Grand Prix Adelaide menunjukkan arah ekspansi global, sementara seri tradisional tetap menjadi bagian penting identitas kejuaraan. Tantangannya adalah menjaga warisan tersebut sambil membangun kehadiran yang lebih seimbang di berbagai kawasan dunia.

Baca Juga