Harga mobil listrik baru yang kompetitif belum otomatis menjamin kerugian lebih kecil saat kendaraan dijual kembali. Nilai jual bekas tetap dipengaruhi oleh perubahan harga unit baru, hadirnya generasi baru, serta tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek dan layanan.
Model yang sudah dikenal, memiliki pengguna cukup banyak, dan didukung layanan purnajual berpeluang lebih mudah menarik pembeli di pasar sekunder. Menurut Sumeks Disway, ada tujuh mobil listrik yang patut diperhatikan karena memiliki faktor-faktor tersebut di pasar Indonesia.
| Model | Segmen | Faktor Pendukung Pasar Bekas |
|---|---|---|
| BYD Dolphin | Hatchback | Popularitas BYD dan Blade Battery |
| BYD Atto 3 | SUV | Kabin luas dan fitur melimpah |
| Hyundai Ioniq 5 | Mobil listrik keluarga | Produksi lokal dan jaringan layanan |
| Hyundai Kona Electric | SUV | Rekam jejak penggunaan lebih dikenal |
| Wuling BinguoEV | Mobil listrik perkotaan | Desain unik dan harga kompetitif |
| Wuling Air ev | Mobil ringkas | Popularitas di kawasan perkotaan |
| BMW iX1 | SUV premium | Citra merek dan posisi premium |
1. BYD Dolphin
BYD Dolphin hadir sebagai hatchback listrik untuk pengguna perkotaan dan keluarga kecil. Popularitas merek BYD serta penggunaan Blade Battery menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan calon pembeli mobil bekas.
Likuiditas model ini juga bergantung pada kesiapan jaringan layanan dan ketersediaan suku cadang. Kejelasan dua aspek tersebut dapat membantu Dolphin tetap relevan ketika memasuki pasar kendaraan bekas.
2. BYD Atto 3
BYD Atto 3 menempati segmen SUV listrik yang menjangkau konsumen cukup luas. Desain modern, ruang kabin lega, fitur yang banyak, dan teknologi baterainya menjadi bagian dari daya tarik model ini.
Karakter SUV memberi Atto 3 peluang menjangkau pembeli keluarga maupun pengguna yang membutuhkan kendaraan lebih serbaguna. Posisi sebagai salah satu SUV listrik keluarga yang kerap direkomendasikan turut mendukung minat di pasar sekunder.
3. Hyundai Ioniq 5
Hyundai Ioniq 5 memiliki posisi kuat karena termasuk model yang membantu memperkenalkan mobil listrik kepada masyarakat Indonesia. Produksi lokal menjadi nilai tambah, terutama bersama perkembangan jaringan layanan Hyundai.
Tampilannya yang futuristis juga dinilai tidak mudah terlihat ketinggalan zaman. Kehadiran komunitas pengguna yang aktif dapat memudahkan calon pembeli menemukan informasi dan unit bekas Ioniq 5.
4. Hyundai Kona Electric
Hyundai Kona Electric telah lebih lama dikenal dibanding sejumlah pesaing listrik yang lebih baru. Masa penggunaan yang lebih panjang membuat pasar memiliki pengalaman lebih banyak terkait baterai, perawatan, dan keandalan kendaraan ini.
Rekam jejak tersebut penting bagi konsumen mobil bekas yang umumnya mencari model dengan informasi penggunaan lebih jelas. Kepercayaan terhadap pengalaman pemilik sebelumnya dapat menopang nilai jual kembali Kona Electric.
5. Wuling BinguoEV
Wuling BinguoEV menawarkan desain yang berbeda dan harga yang relatif kompetitif. Model ini berpotensi menjangkau pasar luas, khususnya pengguna yang mempertimbangkan biaya operasional kendaraan listrik.
Penjualan dalam jumlah besar biasanya membuat peredaran unit bekas lebih aktif. Kondisi itu dapat membantu BinguoEV menemukan calon pembeli lebih mudah daripada model dengan populasi terbatas.
6. Wuling Air ev
Wuling Air ev menjadi salah satu mobil listrik yang mudah dikenali di jalan Indonesia. Dimensinya yang ringkas sesuai untuk mobilitas di kota dengan lalu lintas dan ruang parkir yang terbatas.
Popularitas model berpotensi memperluas jumlah calon pembeli ketika unit bekas mulai ditawarkan. Harga jualnya tetap akan mengikuti usia kendaraan, tetapi komunitas pengguna yang besar dapat mendukung proses pemasaran.
7. BMW iX1
BMW iX1 menarik perhatian di segmen SUV listrik premium melalui citra merek yang kuat. Loyalitas konsumen BMW dapat menjadi nilai tersendiri ketika kendaraan ini memasuki pasar bekas.
Depresiasi tetap menjadi risiko pada kendaraan premium, tetapi pola pasarnya berbeda dari mobil mass market. Posisi iX1 sebagai SUV premium dapat menarik pembeli yang mencari identitas merek pada mobil listrik.
Bukan Hanya Soal Kondisi Baterai
Kondisi baterai memang menjadi perhatian utama saat membeli mobil listrik bekas, namun bukan satu-satunya penentu harga. Reputasi merek, layanan purnajual, suku cadang, dan dukungan teknis sama-sama membentuk keyakinan pasar.
Calon pemilik juga perlu memperhitungkan kebijakan diskon pabrikan, harga mobil baru, serta perubahan tren model. Pertimbangan nilai jual kembali perlu masuk dalam perhitungan total biaya kepemilikan, bukan hanya terpaku pada harga pembelian awal.






